Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Ketut Subawa Ditemukan Tewas Mengambang
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Empat orang siswa asal Banjar Tubuh, Batubulan, Sukawati, Gianyar, kemarin terseret arus di Pantai Manyar, Ketewel, Sukawati. Satu orang, yakni Ketut Subawa, hari ini ditemukan tewas tak jauh dari lokasi tenggelam.
Jenasah Ketut Subawa ditemukan tewas mengambang oleh tim pencari sekitar pukul 3 siang tadi. Korban ditemukan sekitar 500 meter sebelah timur dari lokasi tenggelam kemarin.
“Awalnya kita kira batang pisang. Tapi setelah kita dekati ternyata benar jenazah korban Ketut Subawa. Saat ditemukan korban mengambang memakai celana pendek warna merah dan tanpa baju,†jelas salah seorang tim pencari, Dewa Putra.
Jenazah Ketut Subawa selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Sanjiwani Gianyar untuk divisum dan selanjutnya dikirim ke rumah keluarganya di Banjar Tubuh, Batubulan, Sukawati, Gianyar.
Empat siswa yang terseret arus kemarin antara lain I Ketut Subawa (18), siswa kelas 1 SMA Sila Candra, I Made Dedo Antara (13), Siswa SMP Sila Candra, I Putu Gde Sutama (13), siswa SMP Sila Candra dan I Made Sugiarta (18).
Awalnya, ke empat siswa ini sepakat untuk berenang di Pantai Manyar pada pukul 15.00 Wita. Tanpa terasa mereka berenang sampai jauh ke tengah laut dan terseret arus.
Tiga orang siswa berhasil diselamatkan oleh dua nelayan yakni I Wayan Siman dan I Ketut Karja asal Banjar Kubur, Ketewel.
Reporter: bbn/art
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 319 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 247 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 207 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun