Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Kimono Made In Ubud Tembus Jepang
Ubud
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kimono atau pakaian tradisional khas Jepang ternyata tak hanya dibuat di negara matahari terbit itu. Kimono yang banyak dijual dan dipakai di Jepang ternyata juga hasil karya pembuat Kimono dari Ubud Bali.
Proses pembuatan Kimono di Desa Mas Ubud ini seluruhnya dikerjakan dengan tangan atau hand made. Pembuatan Kimono ini diawali dengan proses pembuatan sketsa motif Kimono yang dilakukan oleh beberapa seniman gambar.
Baca juga:
Gunung Api Sakurajima di Jepang Erupsi
Usai proses sketsa dilanjutkan dengan mengkukus kain Kimono dan melumurinya dengan cairan rumput laut agar kain sutra yang menjadi bahan Kimono menjadi keras sehingga mudah diwarnai. Proses selanjutnya adalah mewarnai sketsa Kimono dengan tinta warna yang khusus diimpor dari Jepang.
Karena seluruhnya dikerjakan dengan tangan, proses pembuatan sebuah Kimono memakan waktu 2 hingga 3 bulan. Oleh karena terbuat dari tangan dan memakan waktu lama, tak heran jika harga satu Kimono setelah dijual di Jepang rata-rata seharga 500 ribu yen atau setara 30 juta rupiah atau lebih.
Pemilik usaha pembuatan Kimono ini adalah Ida Bagus Astawa Manuaba, seorang mantan guide ( pramuwisata) turis Jepang.
“Dengan modal awal sebesar 200 Juta di tahun 1990, karyawan yang awalnya berjumlah 20 karyawan, kini telah berkembang menjadi 100 karyawan dengan produksi 20 hingga 30 kimono per bulan," jelas Astawa.
Kimono Made in Ubud buatan Ida bagus Astawa dikirim ke berbagai kota di Jepang seperti Tokyo, Osaka, Yokohama, dan Kobe (lan)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5847 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2566 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2194 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan