Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Kini Cenderung Dalam Bentuk Daging
Beritabali.com, Kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Hasil investigasi lembaga pemerhati satwa Profauna Indonesia menunjukkan pola perdagangan penyu yang sebelumnya dilakukan dalam bentuk perekor kini perdagangan penyu dilakukan dengan penjualan dalam bentuk daging penyu.
Perubahan pola ini dilakukan guna mengelabui petugas dan menghilangkan barang bukti. Apalagi daging penyu sangat mirip dengan daging babi sehingga sangat sulit dibedakan.
Ketua Profauna Indonesia Wilayah Bali Wayan Wiradnyana pada keteranganya di Kuta, Kamis (20/5) menyatakan pola perdagangan ini berubah setelah terjadi penangkapan dan penyitaan perdagangan penyu secara besar-besaran pada 5 tahun lalu. Pola perdagangan penyu dalam bentuk daging ini dilakukan dengan cara memotong penyu di tengah laut.
Yang mereka menangkapnya di perairan yang jauh kemudian motongnya di tengah perairan dekat perairan Bali. Kemudian dimasukkan kedalam kontainer es dan baru masuk Bali, ujar Wayan Wiradnyana.
Ketua Profauna Indonesia Wilayah Bali Wayan Wiradnyana menyampaikan masih terjadinya perdagangan penyu di Bali dalam beberapa tahun terakhir ini karena masyarakat Bali masih menggunakan penyu sebagai sarana upacara.
Namun kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk melakukan perdagangan penyu secara ilegal.
Padahal berdasarkan Bhisama atau fatwa Parisadha Hindu Darma Indonesia (PHDI) Bali penggunaan penyu dalam upacara di Bali dapat digantikan dengan hewan lain seperti Itik Hitam, Kucing Hitam atau Kambing hitam.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1135 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 893 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 717 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 663 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik