Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Kompor Nyala Ditinggal Sembahyang, Dapur Warga Karangasem Hangus Terbakar
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sejumlah warga nampak berjibaku memadamkan kobaran api yang membesar di dalam bangunan dapur milik I Made Budiana warga Banjar Dinas Tegeh, Desa Amertha Bhuana, Selat, Karangasem pada Rabu (10/5/2023).
Kebakaran itu terjadi kemungkinan karena dipicu oleh api kompor yang lupa dimatikan. Menurut informasi sebelum musibah itu terjadi, ada yang sempat menghidupkan kompor untuk menyalakan rokok.
Sehingga kuat dugaan saat itu kompor lupa dimatikan sementara kondisi rumah sedang sepi ditinggalkan sembahyang oleh pemiliknya di Pura yang berada tidak jauh dari bangunan nahas tersebut.
"Katanya sebelum kebakaran ada yang nyalain rokok dengan mencari api dari kompor, kemungkinan kompor lupa dimatikan, kemudian kondisi sepi ditinggal sembahyang oleh pemiliknya, begitu dapat infonya saya langaung lapor ke pos Damkar Selat," kata Perbekel Desa Amerta Bhuana, I Wayan Sriasa saat dikonfirmasi.
Adapun bangunan yang terbakar, merupakan bangunan semi permanen yang belum lama ini dibangun. Meski tidak menimbulkan korban jiwa namun besarnya korbaran api menghanguskan barang - barang yang ada di dalam dapur.
Akibat musibah tersebut pemilik bangunan disuga mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4435 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2070 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1548 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1003 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 937 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun