Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Konservasi Pantai Candidasa, Suparta Kawal Penuh Aspirasi Para Nelayan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Konservasi Pantai Candidasa, Desa Bugbug, Karangasem dan sekitarnya direncanakan akan dilaksanakan mulai bulan April 2024 mendatang.
Adanya proyek konservasi yang didanai oleh Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) itu membuat sejumlah kelompok nelayan di kawasan pesisir dilanda kecemasan tentang kelangsungan aktivitas melaut mereka.
Kegundahan para nelayan itu kemudian menjadi perhatian salah seorang anggota DPRD Karangasem, I Nengah Supartha. Beberapa waktu lalu ia bahkan sempat bertemu dengan kelompok nelayan setempat untuk mengkoordinasikan apa yang menjadi aspirasi mereka kepada pihak Balai.
"Permintaan para nelayan agar dalam proyek konservasi ini dibuatkan alur perahu di dua titik, yakni depan Pura Segara, Banjar Adat Samuh dan wilayah Candidasa. Kita sudah tiga kali mengundang tim Balai dan arsitek Balai untuk menyerap aspirasi dari para nelayan terkait persoalan ini. Pertemuan pertama dilaksanakan di Pura Segara Samuh, Banjar Adat Samuh, dan pertemuan selanjutnya dilaksanakan di villa anantya Candidasa, dari koordinasi yang dilakukan itu, pihak Balai pun sudah menyepakati,” kata Supartha kepada wartawan, Rabu (24/1/2024).
Untuk diketahui keresahan ini dialami oleh empat kelompok nelayan yang ada di Desa Bugbug, Empat kelompok nelayan itu diantaranya adalah kelompok nelayan Ayu Manik Segara, kelompok nelayan Sih Amerta Baruna, kelompok nelayan Ayu Segara dan kelompok nelayan Sari Baruna.
Di sisi lain, Suparta juga mengaku akan terus berkoordinasi dengan pihak Balai untuk benar-benar mengawal apa yang menjadi harapan para nelayan terkait pembuatan alur perahu nelayan tidak masuk angin.
“Saya terus berkoordinasi dengan Balai, dan Balai memastikan untuk membuat dua titik alur perahu para nelayan untuk melaut. Sedianya nelayan buat alur jukung sendiri saat air laut surut, tapi karena hubungannya dengan peneliti arus dan izin maka menunggu program Balai di bulan april,” jelas Suparta.
Sementara itu, terkait dengan haraoan para nelayan tersebut, pihak konsultan konservasi Pantai Candidasa, Nyoman Sudita, memastikan bahwa penataan pesisir pantai Candidasa mulai bulan April, dalam penataan ini pihaknya jiga sudah memperhitungkan apa yang menjadi keinginan para nelayan tersebut.
“Rencana kita akan buatkan dua titik alur perahu, selain itu para nelayan juga dibuatkan fasilitas, seperti membangun balai penyimpanan mesin perahu di empat titik,” terang Sudita.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1428 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1084 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 928 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 819 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik