Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Kontes Video LGBT Depkes Malaysia Menuai Kritik
Rabu, 7 Juni 2017,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Kuala Lumpur. Sebuah kontes video melindungi homoseksual dan transgender yang diselenggarakan Departemen Kesehatan Malaysia menuai kritik dari berbagai kelompok aktivis pendukung transgender.
NBC News mengabarkan Selasa (6/6/2017) The Thomson Reuters Foundation misalnya, mengecam kontes video itu malah mengobarkan kebencian bagi kelompok LGBT.
[pilihan-redaksi]
"Lomba video itu mendorong aksi diskriminasi, kebencian bahkan kekerasan terhadap kelompok minoritas," seru Nisha Ayub, aktivis transgender Malaysia. Maklum, belakangan ini, sikap anti LGBT makin mencuat di Malaysia, negara multi etnis yang mayoritas penduduknya Muslim.
Kecaman itu, ditanggapi Lokman Hakim Sulaiman. Deputi Dirjen Kesehatan Malaysia itu mengungkapkan, kontes video yang digelar pihaknya, "Untuk menjaring pandangan dan memperluas pengetahuan kaum muda tentang praktek kehidupan yang sehat," kata Lokman Hakim.
Menurutnya, kontes berjudul 'National Creative Video Competition on Adolescent Sexual and Reproductive Health' tersebut, "Benar-benar murni dan tidak menciptakan diskriminasi pada kelompok tertentu," ujar Sulaiman.
Panduan kontes yang dipasang di laman Departemen Kesehatan itu, menyebutkan video yang ikut dalam kompetisi itu harus melukiskan konsekuensi yang bakal dihadapi bila seseorang menjadi LGBT. Selain itu, video tersebut juga dilengkapi dengan penjelasan melindungi, menangani dan membantu kelompok LGBT. Kategori lain yang diwajibkan dalam video itu, harus menjelaskan kesehatan seksual dan kejahatan cybersex.
Menurut Lokman, topiknya juga dipilih berdasar statistik yang menunjukkan masalah kesehatan seksual di antara para remaja Malaysia. Termasuk meningkatnya kegiatan seks dan penularan virus HIV penyebab AIDS.
"Kami memberi panduan bagi para petugas kesehatan agar para pasien diperlakukan sama dan dihormati hak-haknya," tutur Lokman. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6011 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2342 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026