Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Korban Jiwa Tembus 10 Ribu, Petinggi PBB Desak Setop Perang di Gaza
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sejumlah pemimpin badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mendesak gencatan senjata demi kemanusiaan pada Senin (6/11) atau hampir sebulan setelah perang antara Israel dan kelompok militer Palestina Hamas di Gaza.
Otoritas kesehatan di daerah kantong tersebut mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan Israel kini melebihi 10 ribu orang.
Israel menolak tekanan internasional yang semakin besar untuk melakukan gencatan senjata dan menuntut para sandera yang disandera oleh militan Hamas selama serangan mereka di Israel selatan pada 7 Oktober harus dibebaskan terlebih dahulu.
"Seluruh penduduk terkepung dan diserang, tidak diberi akses terhadap kebutuhan penting untuk bertahan hidup, rumah, tempat penampungan, rumah sakit dan tempat ibadah mereka dibom. Ini tidak dapat diterima," kata para pemimpin PBB dalam pernyataan bersama yang dikutip Reuters.
"Kita memerlukan gencatan senjata kemanusiaan segera. Sudah 30 hari berlalu. Cukup sudah. Ini harus dihentikan sekarang," sambung pernyataan itu.
Kedelapan belas pimpinan yang menandatangani perjanjian tersebut termasuk Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk, Kepala Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus, dan Kepala Bantuan PBB Martin Griffiths.
Israel, yang menyatakan pasukannya telah mengepung Kota Gaza, menghadapi tekanan yang semakin besar atas jatuhnya korban sipil. Dorongan diplomatik AS di kawasan ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko meningkatnya konflik.
Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan puluhan orang tewas akibat serangan udara Israel di Kota Gaza dan lebih jauh ke selatan di lingkungan Gaza seperti Zawaida dan Deir Al-Balah. TV Al-Aqsa yang berafiliasi dengan Hamas mengutip sumber-sumber medis yang mengatakan sedikitnya 75 warga Palestina tewas dan 106 luka-luka dalam serangan itu.
Pejabat kesehatan Palestina mengatakan delapan orang tewas dalam serangan udara semalam di rumah sakit kanker Rantissi di Kota Gaza. Militer Israel mengatakan pihaknya sedang menyelidiki laporan tersebut.
Tentara Israel mengklaim serangannya mengenai "terowongan, teroris, kompleks militer, pos pengamatan, dan pos peluncuran rudal anti-tank".
Pejabat perbatasan Gaza mengatakan penyeberangan Rafah telah kembali beroperasi untuk memungkinkan pemegang paspor asing dan warga Palestina yang terluka parah masuk ke Mesir. Ratusan warga negara asing dan korban luka diizinkan meninggalkan Gaza menuju Mesir pekan lalu, tetapi tidak ada laporan keluar sejak 3 November.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1569 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1182 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1030 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 908 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah