Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 2 Oktober 2026
Koster Sebut Isu Reklamasi Tidak Relevan, Ini Bantahan "Gendovara"
Kamis, 13 Juni 2019,
12:12 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Terkait foto yang viral di medsos saat acara silaturahmi di rumah Megawati, dimana Gubernur Bali Wayan Koster tertangkap kamera bersama pengusaha di balik reklamasi Teluk Benoa,Tomy Winata, Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) melalui Koordinator Umum Wayan 'Gendo' Suardana menyatakan sikapnya.
[pilihan-redaksi]
Disebutkan dalam klarifikasi Gubernur Koster, menyebut reklamasi sudah tidak ada lagi. Hal tersebut pun dibantah oleh Gendo.
Disebutkan dalam klarifikasi Gubernur Koster, menyebut reklamasi sudah tidak ada lagi. Hal tersebut pun dibantah oleh Gendo.
“Pernyataan Pak Koster itu prematur, cenderung ngawur, bisa memanipulasi kesadaran publik, tidak mendidik dan tidak tepat,” tegas Gendo belum lama ini.
Fakta hukumnya sampai saat ini perizinan reklamasi dan proses dari komisi penilaian Amdal dari pusat masih berjalan.
“Artinya proses untuk mendapatkan izin lingkungan masih berjalan. Jadi dimana logikanya Pak Gubernur bilang reklamasi tidak relevan lagi dibicarakan karena sudah selesai,” ujarnya.
Pada tingkat hukum yang lebih tinggi dalam konteks tata ruangnya, Perpres 51 tahun 2014 yang menjadi dasar reklamasi Teluk Benoa juga masih berlaku dan belum dicabut oleh Presiden.
Terkait dengan foto, Gendo melihat memang ada upaya dari Koster untuk menjaga jarak. Terlihat Koster tidak mau bergabung dalam foto tersebut.
“Yang saya lihat, yang punya interest ke foto tersebut adalah Bupati Buleleng karena melihat kamera dan bahkan diupload di instagramnya,” tandas pemilik akun "Gendovara" di instagram ini.
[pilihan-redaksi2]
Justru yang tidak menjaga jarak, kata dia, adalah Bupati Buleleng. Dalam konteks berempati dengan gerakan rakyat, Bupati Buleleng secara sadar berfoto dengan investor yang sedang dilawan rakyat Bali.
Justru yang tidak menjaga jarak, kata dia, adalah Bupati Buleleng. Dalam konteks berempati dengan gerakan rakyat, Bupati Buleleng secara sadar berfoto dengan investor yang sedang dilawan rakyat Bali.
“Memang halal bihalal, siapa saja tidak bisa menghindarkan untuk bertemu dengan siapa saja. Tapi setidaknya sebagai pejabat publik di Bali, harusnya ada hal-hal yang perlu dijaga. Agar psikologis masyarakat Bali tidak terlukai yang selama ini berjuang, termasuk rakyat Buleleng,” ujarnya.
Gendo menilai gubernur masih punya etika dalam konteks foto karena tidak ada dalam framing foto. Begitu juga dalam gestur tubuhnya pun terlihat tidak suka.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 266 Kali
02
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 208 Kali
03
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 200 Kali
04
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 185 Kali
05
Karyawan Toko di Sukawati Curi Rp73 Juta, Kabur ke Banyuwangi
Dibaca: 172 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026