Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
KPU Bali Bantah Ada Kecurangan: Tidak Ada Isu Surat Suara Dimakan Leak
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan membantah ada kecurangan di Pemilu 2024. Lidartawan membuktikan hal ini dari video pernyataan semua saksi.
"Saya punya seluruh video di semua kecamatan di Provinsi Bali yang menyatakan bahwa bukan kami, tapi saksi-saksi yang menyatakan di Bali itu, tidak ada kecurangan," kata dia di Kantor KPU Bali, Kamis (22/2).
Dia merasa perlu menyampaikan itu karena saat ini banyak yang menyatakan terjadi kecurangan di Pemilu 2024. Bahkan hingga membuat masyarakat terusik.
Dia menegaskan bahwa seluruh saksi di TPS yang mengawal pemungutan serta penghitungan suara di Pulau Bali sudah menyatakan tidak ada kecurangan.
"Dan ini penting saya sampaikan, karena isu-isu kecurangan, narasi-narasi kecurangan, yang dibangun dari pusat itu membuat masyarakat terusik juga. Makanya, semua teman-teman saksi itu yang bersaksi tidak ada yang bilang tidak transparan, tidak terbuka atau ada kecurangan," katanya.
Dia enggan menyebut pihak mana yang kerap mengeluarkan narasi kecurangan.
I Dewa Agung hanya menyarankan di pemilu berikutnya dibuat suatu rekaman pernyataan para saksi di TPS tentang ada atau tidaknya kecurangan. Jika itu dibuat, maka tidak akan ada lagi pihak yang sembarangan melontarkan narasi praktik kecurangan di pemilu.
"Semua KPPS membuat rekaman gambar suara, semua saksi-saksi bilang apakah ada kecurangan atau tidak, itu baru tahu. Kalau di PPK semua saksi, saksi DPD, saksi presiden saksi partai, semua tidak ada satupun bilang ada kecurangan," ujarnya.
Jika memang ada kekeliruan dalam penulisan angka perhitungan, bisa dicek bersama di formulir C di aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik (Sirekap).
Dia menyampaikan bahwa manusia bisa melakukan kekeliruan. Wajar jika terjadi ada kesalahan input data. Akan tetapi, itu bukan kecurangan.
"Saya perintahkan seluruh PPK di seluruh Bali jika ada yang masih meragukan, buka saja. Iya nanti kalaupun salah, wajar, manusiawi, ribuan orang bekerja di tengah malam, kesalahan itu wajar tapi bukan kecurangan. Beda salah dengan curang, beda," ujarnya.
Mengenai rekapitulasi berjenjang, saat ini masih berproses di tingkat kecamatan. Perolehan suara Pilpres dan Pileg masih berpotensi mengalami perubahan.
"Jadi tidak ada isu dimakan leak-leak, itu tidak ada. Semua itu rill di TPS segitu," ujarnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5451 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3470 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2301 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1098 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan