Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Kronologi Gengster-Militer Bentrok di Haiti Hingga Darurat Nasional
BERITABALI.COM, DUNIA.
Haiti menjadi sorotan usai gengster dan militer di negara tersebut bentrok hingga memicu darurat nasional selama beberapa hari.
Pekan lalu, pemimpin geng kriminal sekaligus eks polisi Jimmy Cherizier menyerukan para kelompok kriminal mengambil semua tindakan untuk menggulingkan Perdana Menteri Ariel Henry.
"Hari ini, kami mengumumkan bahwa semua kelompok bersenjata akan bertindak agar PM Ariel Henry mundur," kata Cherisier dalam sebuah video dikutip AFP.
Gangster itu kemudian melakukan serangan dan bentrok dengan pasukan Haiti.
Lalu pada Sabtu (2/3) malam, Cherizier dan gengnya menyerang penjara. Imbas aksi mereka, ribuan narapidana kabur dan banyak korban tewas.
Al Jazeera menduga lebih dari 4.000 tahanan kabur dari penjara di Haiti.
Anggota Jaringan Nasional untuk Pertahanan Hak Asasi Manusia Pierre Esperance menyatakan banyak korban tewas imbas serbuan gengster di salah satu penjara.
"Kami menghitung banyak jenazah tahanan," kata Esperance.
Dia juga menyatakan sekitar 100 dari sekitar 3.800 narapidana di lembaga pemasyarakatan nasional masih di dalam sel. Di penjara lain, banyak pula narapidana yang melarikan diri.
Namun, Esperance tak bisa memberi rincian jumlah pasti tahanan yang kabur. Dia hanya mengatakan terdapat 1.450 narapidana di penjara kedua.
Pemerintah Haiti menyatakan polisi berusaha menghalau serangan geng terhadap penjara dan Croix des Bouquets.
Keesokan harinya yakni pada Minggu, pemerintah Haiti mendeklarasikan status darurat nasional.
Menteri Keuangan sekaligus pelaksana tugas Perdana Menteri Patrice Boisvert mengatakan status darurat akan berlaku selama 72 jam. Artinya kebijakan ini bakal berakhir pada hari ini, Rabu.
Boisvert juga mengutarakan jam malam akan berlaku pada 18.00 hingga 05.00 waktu setempat.
"Polisi diperintah untuk menggunakan semua cara sesuai hukum untuk melawan kejahatan dan menegakkan dan menangkap semua pelanggar," kata Boisvert, dikutip Al Jazeera.
Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok kriminal bersenjata mengambil alih seluruh wilayah di Haiti dan melancarkan kekerasan brutal.
Tindakan mereka menyebabkan perekonomian dan sistem kesehatan masyarakat Haiti terpuruk.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 794 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 734 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 385 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 338 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 329 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun