Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Kronologi Gengster-Militer Bentrok di Haiti Hingga Darurat Nasional
BERITABALI.COM, DUNIA.
Haiti menjadi sorotan usai gengster dan militer di negara tersebut bentrok hingga memicu darurat nasional selama beberapa hari.
Pekan lalu, pemimpin geng kriminal sekaligus eks polisi Jimmy Cherizier menyerukan para kelompok kriminal mengambil semua tindakan untuk menggulingkan Perdana Menteri Ariel Henry.
"Hari ini, kami mengumumkan bahwa semua kelompok bersenjata akan bertindak agar PM Ariel Henry mundur," kata Cherisier dalam sebuah video dikutip AFP.
Gangster itu kemudian melakukan serangan dan bentrok dengan pasukan Haiti.
Lalu pada Sabtu (2/3) malam, Cherizier dan gengnya menyerang penjara. Imbas aksi mereka, ribuan narapidana kabur dan banyak korban tewas.
Al Jazeera menduga lebih dari 4.000 tahanan kabur dari penjara di Haiti.
Anggota Jaringan Nasional untuk Pertahanan Hak Asasi Manusia Pierre Esperance menyatakan banyak korban tewas imbas serbuan gengster di salah satu penjara.
"Kami menghitung banyak jenazah tahanan," kata Esperance.
Dia juga menyatakan sekitar 100 dari sekitar 3.800 narapidana di lembaga pemasyarakatan nasional masih di dalam sel. Di penjara lain, banyak pula narapidana yang melarikan diri.
Namun, Esperance tak bisa memberi rincian jumlah pasti tahanan yang kabur. Dia hanya mengatakan terdapat 1.450 narapidana di penjara kedua.
Pemerintah Haiti menyatakan polisi berusaha menghalau serangan geng terhadap penjara dan Croix des Bouquets.
Keesokan harinya yakni pada Minggu, pemerintah Haiti mendeklarasikan status darurat nasional.
Menteri Keuangan sekaligus pelaksana tugas Perdana Menteri Patrice Boisvert mengatakan status darurat akan berlaku selama 72 jam. Artinya kebijakan ini bakal berakhir pada hari ini, Rabu.
Boisvert juga mengutarakan jam malam akan berlaku pada 18.00 hingga 05.00 waktu setempat.
"Polisi diperintah untuk menggunakan semua cara sesuai hukum untuk melawan kejahatan dan menegakkan dan menangkap semua pelanggar," kata Boisvert, dikutip Al Jazeera.
Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok kriminal bersenjata mengambil alih seluruh wilayah di Haiti dan melancarkan kekerasan brutal.
Tindakan mereka menyebabkan perekonomian dan sistem kesehatan masyarakat Haiti terpuruk.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 561 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 431 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 427 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan