Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Kronologi Penangkapan Buronan Koruptor Anggoro
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan kronologi tertangkapnya buronan koruptor Anggoro Widjojo di Zhenzen, China. Anggoro Widjojo ditangkap polisi lokal di Zhenzhen, China, Selasa (28/1/2014). Sesaat setelah ditangkap, Anggoro langsung dibawa ke Ghuangzhou. Karena, Kedutaan Besar Indonesia hanya berada di kota itu.
"Dia ditangkap di Zhenzhen lalu dibawa ke Ghuangzhou," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Gedung KPK, Jumat (31/1/2014) tengah malam. Anggoro ditangkap oleh polisi lokal saat akan meninggalkan kota Zhenzhen menuju kota Hongkong.
Setelah ditangkap, Anggoro diserahkan ke Atase Imigrasi di Bandar Udara Guangzhou. Saat di Ghuangzhou, Anggoro langsung menjalani pemeriksaan. "Diperiksa di Kedutaan Besar Indonesia," ujarnya. Setelah diketahui identitasnya melalui pemeriksaan, Anggoro kemudian dibawa ke Indonesia dengan diterbangkan pesawat Garuda HK.
"Dia dibawa menggunakan Pesawat Garuda HK dari Ghuangzhou," ucap Bambang. Anggoro menjadi buron KPK sejak 2009. Dia tersangkut kasus korupsi Sistem Komunikasi Radio Terpadu Kementerian Kehutanan.
Sebagai bos PT Masaro, Anggoro diduga menyuap empat anggota Komisi IV DPR, yakni Azwar Chesputra, Al-Amin Nur Nasution, Hilman Indra, dan Fachri Andi Leluas, dengan harapan bersedia mendorong pemerintah menghidupkan kembali proyek SKRT.
PT Masaro Radiokom merupakan rekanan Departemen Kehutanan dalam pengadaan SKRT 2007 yang nilai proyeknya mencapai Rp 180 miliar.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 631 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 593 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 443 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 432 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik