Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 7 Agustus 2026
Kunjungi Festival Makan Durian, Rai Mantra Beberkan Konsep Mengelola Buah Lokal
Senin, 5 Maret 2018,
18:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com.Buleleng. Calon Gubernur Bali nomor urut dua Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengunjungi festival Makan Durian di Desa Tajun, Kubu Tambahan, Buleleng pada Minggu (4/3/2018). Dia ditemani tokoh Golkar asal Buleleng I Gde Sumarjaya Linggih alias Demer.
[pilihan-redaksi]
Dalam kesempatan ini Rai mantra menyempatkan diri mencicipi durian hasil dari kebun warga setempat. Rai Mantra cukup mengapresiasi festival ini. Apalagi digerakkan anak muda setempat. Langkah positif ini menurutnya sebagai langkah kreatif memperkenalkan desa Tajun sebahai pusatnya Durian di Bali. Walau letak desa Tajun jauh dari keramaian, festival seperti ini akan membuat nama desa Tajun makin dikenal luas.
Dalam kesempatan ini Rai mantra menyempatkan diri mencicipi durian hasil dari kebun warga setempat. Rai Mantra cukup mengapresiasi festival ini. Apalagi digerakkan anak muda setempat. Langkah positif ini menurutnya sebagai langkah kreatif memperkenalkan desa Tajun sebahai pusatnya Durian di Bali. Walau letak desa Tajun jauh dari keramaian, festival seperti ini akan membuat nama desa Tajun makin dikenal luas.
"Festival seperti ini memberi nilai tambah pada hasil pertanian, jadi kalau bicara duren pikiran orang langsung ingat Tajun," kata Rai Mantra. Menurut Rai Mantra Desa Tajun sudah memiliki potensi. Tinggal dikembangkan dalam bentuk kreatifitas-kreatifitas yang membuat orang datang je Tajun.
Dia berharap langkah serupa dapat diadopsi oleh desa-desa lain yang memiliki potensi pertanian. Sehingga setiap desa memiliki ikon buah sendiri.
Untuk mengembangkan pertanian menurutnya diperlukan pendekatan industri. Dalam arti pengelolaan hasil pertanian tidak bisa hanya dengan pendekatan konvensional. Dimana hasil pertanian dipetik langsung dijual.
[pilihan-redaksi]
Sedangkan pendekatan industri buah-buahan hasil pertanian diolah dengan sentuhan industri. Menjadi priduk turunan yang punya daya saing. Dia mencontohkan jeruk bisa diolah menjadi sari jeruk. Demikian pula hasil pertanian lain dapat diolah menjadi kripik, sari buah atau bentuk lainnya.
Sedangkan pendekatan industri buah-buahan hasil pertanian diolah dengan sentuhan industri. Menjadi priduk turunan yang punya daya saing. Dia mencontohkan jeruk bisa diolah menjadi sari jeruk. Demikian pula hasil pertanian lain dapat diolah menjadi kripik, sari buah atau bentuk lainnya.
"Kalau terus pakai cara konvensional maka cenderung ditinggalkan, diperlukan pendekatan industri sehingga bisa lebih bersaing dan tahan lama," kata Rai Mantra. (bbn/rls/rob)
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4163 Kali
02
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1417 Kali
03
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
04
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 870 Kali
05
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 755 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026