Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 1 November 2026
Kuta Tercemar Bakteri, Wisatawan Dilarang Renang
BERITABALI.COM, BADUNG.
Selain tercemar sampah kiriman akibat angin musim barat, dalam dua hari terakhir perairan Pantai Kuta juga tercemar bakteri yang disebabkan kematian massal plankton atau organisme laut yang sangat kecil. Akibat tercemar bakteri plankton ini, wisatawan diminta tidak berenang untuk sementara waktu karena dapat mengakibatkan gatal dan gangguan kesehatan lainnya.
Kondisi perairan Pantai Kuta dalam dua hari terakhir terlihat berbeda dibanding biasanya. Air pantai yang biasanya bersih kini berubah kotor berwarna kecoklatan. Pantai yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan kini relatif sepi. Wisatawan asing yang ditemui di pantai mengaku enggan untuk berenang di pantai karena takut terkena penyakit kulit.
"Dengan kondisi air pantai yang kotor seperti ini, saya lebih baik berenang di tempat lain. Air pantainya benar benar kotor," ujar yvgeny, seorang wisatawan Rusia. Laboratorium Karantina Ikan Kementrian Kelautan dan Perikanan Kabupaten Badung kemudian turun ke lokasi dan mengambil contoh air laut yang tercemar.
"Dari hasil penelitian sampel air diketahui terjadi penurunan PH atau kadar keasaman air laut dari ukuran normal 7 menjadi 4 PH. Penurunan PH ini menyebabkan kematian plankton secara massal.
Ini yang kemudian menyebabkan air laut menjadi kotor kecoklatan," jelas Putu Eka Sudaryatma, Penanggungjawab Laboratorium Karantina Ikan Kementrian Kelautan dan Perikanan Kabupaten Badung (2/3/2011). Dengan kondisi perairan tercemar bakteri plankton seperti saat ini, wisatawan yang datang ke Pantai Kuta diminta untuk tidak berenang sementara waktu. Bakteri yang mencemari air dikhawatirkan dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada kulit maupun organ dalam manusia.
Petugas Kementrian Kelautan dan Perikanan Badung juga belum bisa memastikan kapan pencemaran bakteri ini akan berakhir. Mereka menyatakan masih akan melakukan penelitian di laboratorium dan hasilnya baru bisa diketahui dalam tiga atau empat hari ke depan.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan