Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Lahan Pertanian Di Buleleng Menyempit
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Lahan pertanian di Kabupaten Buleleng terancam sejumlah proyek bangunan perumahan dan villa, bahkan dalam lima tahun terakhir penyempitan lahan pertanian tersebut mulai dirasakan.Perubahan alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan perumahan di Kabupaten Buleleng memberikan imbas berkurangnya hasil produksi pertanian terhadap kebutuhan masyarakat sehari-hari.
“alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan perumahan sangat berpengaruh pada peningkatan produksi pertanian itu sendiri, sehingga diperlukan tekhnologi modern untuk memenuhi kebutuhan hasil pertanian tersebut, “ ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng, Putu Ardika.
Kadis Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng, Putu Ardika mengatakan, perubahan lahan pertanian di Buleleng disebabkan berbagai faktor, salah satu penyebab utamanya adalah masalah air yang sulit didapatkan, sehingga lahan pertanian itu dalihkan menjadi lahan perkebunan ataupun lahan perumahan.
Tercatat dalam waktu lima tahun terakhir di Labupaten Buleleng, prosentase terbesar perubahan fungsi lahan pertanian itu terjadi di wilayah Kecamatan Buleleng Kecamatan Sukasada, Banjar dan Kubutambahan, namun jumlah secara pasti belum diketahui, lebih besar perubahan lahan pertanian itu menjadi lahan perumahan dan villa. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3912 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3066 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2102 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2054 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun