Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 16 Mei 2026
Lebih dari 100 Anak di India Tewas Usai Makan Leci
Sabtu, 4 Februari 2017,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Lebih dari 100 anak meninggal duni dalam setahun di India Utara karena penyakit misterius. Para ilmuwan India dan Amerika Serikat mengatakan penyakit misterius itu disebabkan karena memakan buah leci dalam keadaan perut kosong.
Selama lebih dari dua dasawarsa, anak-anak yang tampak sehat di wilayah Bihar berubah menderita kejang-kejang mendadak dan kehilangan kesadaran.
[pilihan-redaksi]
Hampir setengahnya dari 100 anak meninggal dan hal ini membingungkan para dokter. Dalam penelitian baru yang dipublikasikan dalam jurnal medis The Lancet, terungkap bahwa anak-anak itu terkena racun buah leci.
Sebagian besar korban merupakan anak-anak dari keluarga miskin di wilayah penghasil utama buah leci di India, mereka memakan buah yang telah jatuh ke tanah di kebun, sebut jurnal tersebut.
Buah-buah leci itu mengandung racun yang menghambat kemampuan tubuh untuk memproduksi glukosa, yang mempengaruhi anak-anak yang memiliki kadar gula darah sudah rendah karena mereka tidak makan malam.
Mereka terbangun berteriak di malam hari sebelum kemudian menderita kejang dan kehilangan kesadaran karena mereka menderita pembengkakan otak akut.
Para peneliti kemudian memeriksa anak-anak yang sakit yang dirawat di rumah sakit di Muzaffarpur antara bulan Mei dan Juli 2014, mereka menemukan kaitan ke wabah penyakit yang menyebabkan pembengkakan otak dan kejang pada anak-anak di Karibia.
Wabah tersebut disebabkan oleh buah ackee, yang mengandung hypoglycin, toksin yang mencegah tubuh untuk menghasilkan glukosa. Dalam berbagai uji coba ditemukan bahwa buah leci juga mengandung racun hypoglycin.
[pilihan-redaksi2]
Temuan ini membuat para petugas kesehatan memberitahu para orang tua untuk memastikan anak-anaknya menyantap makan malam dan membatasi jumlah buah leci yang mereka makan.
Anak-anak yang menderita gejala-gejala yang terkait dengan wabah tersebut harus cepat dirawat karena hipoglikemia, atau gula darah rendah, kata para pejabat kesehatan, demikian BBC melaporkan.
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1428 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1084 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 928 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 819 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026