Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Lima Pasien Jalani Perawatan Intensif
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dalam kurun waktu empat bulan, terhitung dari bulan Oktober 2007 hingga bulan Januari 2008 tepatnya Selasa siang tadi, tercatat 23 warga Buleleng positif terkena penyakit Demam Berdarah yang diakibatkan virus nyamuk Aedes Aegypti dan perubahan musim.
Direktur RSUD Kabupaten Buleleng, dr. Nyoman Mardana mengungkapkan, secara komulatif dalam empat bulan terakhir tercatat adanya peningkatan pasien akibat Demam Berdarah yang dirawat di RSUD Kabupaten Buleleng.“Dalam bulan Januari, RSUD Buleleng merawat tujuh pasien dan lima diantaranya masih dalam perawatan khusus,” ungkapnya.
Dari belasan pasien Demam Berdarah yang menjalani perawatan, sebagian besar diantaranya berasal dari wilayah Kota Singaraja. Bahkan dalam penanganannya, RSUD Kabupaten Buleleng telah menyiapkan tim khusus dari dokter maupun paramedis.
“Penyebaran penyakit demam berdarah perlu mendapat antisipasi secara khusus, sehingga kita di RSUD Kabupaten Buleleng ini membentuk tim khusus dari bebeberapa dokter umum dan spesialis,“ papar Mardana.
Munculnya penyakit demam berdarah yang diakibatkan penyebaran virus yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti disebabkan kondisi lingkungan yang tidak bersih dan adanya sisa air hujan yang dimanfaatkan untuk berkembang biak, sehingga antisipasi dini perlu dilakukan masyarakat melalui gerakan tiga M Plus. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3907 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3057 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2092 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2050 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun