Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Longsor di Pupuan, Empat Rumah Tertimbun

Minggu, 2 Januari 2011, 16:57 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Empat rumah di kecamatan Pupuan, Tabanan terimbun tanah longsor Jumat malam (31/12). Meski tidak ada korban jiwa, akibat musibah tersebut, empat kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Pasca musibah longsor di Kecamatan Pupuan, Minggu (2/1) , sejumlah korban longsor tampak masih membersihkan rumah tinggal mereka dari timbunan tanah. Selain itu para korban juga berusaha mencari barang-barang miliknya yang masih bisa digunakan.

Seperti yang dilakukan oleh I Nyoman Patir (51) yang ditemui saat mencari barang miliknya dibekas reruntuhan tanah longsor di Banjar Semoja, Desa Pupuan, Kecamatan Pupuan, Tabanan. Di bekas rumah semi permanent ukuran 5 meter X 5 meter dan dapur ukuran 3 X 3 meter yang kini rata dengan tanah itu, ia tampak berusaha mecari barang yang bisa diselamatkanya. Meski seluruh harta bendanya terkubur longsor ia tetap bersyukur karena ia bersama istri, ketiga anaknya dan satu keponakanya selamat dari maut. “Hanya baju di badan yang masih tersisa,” katanya dengan tabah.

Ia kemudian menceritakan kejadian sebelum tanah longsor yang menimbun dapur dan rumahnya. Kala itu hari Jumat (31/12) hujan sudah mulai turun dari pagi hingga malam hari. Beranjak malam hujan, semakin lebat diiringi suara petir yang tidak henti-henti. Karena hujan tidak kunjung reda, ia mulai khawatir mengingat rumahnya yang berada kurang lebih 1 km dari pemukiman penduduk dan lokasinya tepat berada di bawah tebing ketinggian kurang lebih 30 meter. Benar saja ketika jarum jam menunjukan pukul 20.00 Wita, ia mendengar suara pohon tumbang yang kemudian menghantam dapur miliknya. “Saat itu listrik saya padam, keadaan gelap gulita,” jelasnya.

Di tengah kepanikan itu ia kemudian memutuskan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. “Saya ajak istri, tiga anak serta keponakan naik ke atas menuju pemukiman,” tandas petani penggarap lahan asal Karangasem ini yang sudah menjadi warga banjar Semoja, Pupuan. Dengan susah payah ia kemudian berhasil membawa seluruh keluarganya ke rumah majikanya I Nyoman Karma. Ia kemudian tinggal sementara di rumah tersebut.

Keesokan harinya, Sabtu pagi (1/1) ia bersama warga kemudian kembali melihat kondisi rumahnya. Ternyata rumah dan dapurnya sudah tersapu longsor rata dengan tanah. Seluruh isi rumahnya tertimbun, begitujuga satu ekor kambing ternaknya hilang tertimbun longsor. Warga kemudian berusaha mengevakuasi barang-barang yang bisa diselamatkan. Begitu juga ternak kambing yang masih tersisa ikut di bawa ke tempat yang lebih aman. Akibat musibah tersebut kerugian yang dideritanya mencapai Rp 25 Juta. Ia pun berharap uluran tangan dari pemerintah daerah Tabanan yang hingga kemarin belum turun ke lokasi.

Tidak lupa ia mengucapkan terimakasih kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Tabanan yang telah memberikan bantuan berupa uang tunai Rp 1 Juta, perlengkapan bayi, perlengkapan dapur. “Semua bantuan itu telah kami serahkan kepada korban Sabtu (1/1) lalu,” jelas Mahendra salah satu anggota PMI Tabanan didampingi PMI cabang Pupuan I Made Alit Antara. Di hari yang bersamaan longsor juga menimpa dua rumah warga di Banjar Bantiran, Desa Bantiran, Pupuan yakni rumah Made Suryata dan Made Widana. Satu merajan milik I Wayan Susila juga hancur diterjang tanah longsor. Sedangkan satu rumah di Banjar Taman Sari Desa Bantiran milik Wayan Sana juga hancur tertimbun tanah.

Salah satu korbanya Made Suryata (51) harus kehilangan rumah ukuran 8 meter X 6 meter karena rata tertimbun tanah Begitu juga penyengker merajan keluarga milik I Wayan Susila yang ada di sebelah rumahnya juga roboh akibat terkena timbunan longsor. Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah longsor itu, ia mengaku mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Ia juga mengakui kalau telah mendapatkan bantuan dari PMI, dan sangat mengharapkan sekali bantuan dari pemerintah daerah. Karena menurutnya belum ada petugas dari pemerintah daerah yang turun melihat langsung masyarakatnya yang terkena musibah. “Untuk sementara kami mengungsi dan tinggal di rumah tetangga,” tandasnya.

Selain empat rumah warga ditimbun longsor, timbunan tanah juga sempat memenuhi ruas jalan Jurusan Denpasar-Singaraja tepatnya di dekat wihara Desa Pupuan. Dan di jalan munduk temu yang menuju pupuan dadap putih. Akibatnya jalur Denpasar-Singaraja melalui jalur Pupuan sempat terganggu berberapa jam. Sementara itu anggota DPRD Tabanan asal Pupuan I Gede Rimayasa yang langsung turun ke lokasi mengatakan sudah saatnya eksekutif mengambil inisiatif terkait bencana alam ini. Karena menurut anggota Fraksi Partai Demokrat asal Desa Pujungan, Pupuan ini, cuaca ekstrim tidak bisa diprediksi lagi dan Pemkab harus menyiapkan segala upaya untuk mengantisipasinya. “Minimal eksekutif memberikan bantuan untuk meringankan beban masyarakatnya yang terkena musibah,” tandasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/nod



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami