Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Lovina Rawan Maling, Mesin Tempel Perahu Milik Warga Kalibukbuk Raib
BERITABALI.COM, BULELENG.
Mesin tempel perahu yang biasanya ditinggalkan menempel pada belakang perahu tiba-tiba saja hilang hingga membuat Ketut Sri Adnyana (46), warga Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng kecewa.
Hilangnya mesin tempel perahu 15 PK tersebut juga membuat geger warga di sekitar Pantai Binaria Lovina. Korban Sri Adnyana dalam laporannya di Mapolsek Kota Singaraja, Rabu (19/5/2021) menyebutkan, mesin tempel warna hitam yang ditempatkan pada bagian belakang perahunya baru diketahui hilang pada sore hari sekitar pukul 17.00 WITA.
“Sehari sebelumnya korban sempat melihat perahu yang diikat di depan lapangan voly Desa Kalibukbuk dan mesin masih pada posisi belakang perahu namun pada hari Rabu sekitar pukul 17.00 wITA korban melihat mesin yang berada pada perahu sudah tidak terlihat. Adapun mesin tempel tersebut berwarna hitam 15 PK,” ungkap Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya saat dikonfirmasi.
Dalam penanganan kasus pencurian di pinggir Pantai Binaria Desa Kalibukbuk tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Kalibukbuk bersama Tim Opsnal Polsek Kota Singaraja telah melakukan olah TKP. Namun demikian belum diketahui pelaku aksi pencurian tersebut yang menyebabkan korban mengalami kerugian mencapai 27 juta rupiah lebih.
Reporter: bbn/bul
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4136 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1415 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 870 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 753 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun