Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Luhut Sebut Wisman ke Bali akan Disaring, Turis Backpacker Protes
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Seorang turis Backpaker asal Kanada bernama Michael Chesny yang selama ini tinggal di Kabupaten Karangasem menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan.
Pernyataan Menko yang ditanggapi tersebut yaitu pernyataan tentang rencana menyaring kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali termasuk salah satunya menyaring kunjungan wisatawan Backpaker.
Menurut Michael Chesny, pernyataan tersebut kini sedang menjadi perbincangan bahkan sampai muncul dalam pemberitaan di sejumlah negara. Ia berharap Pemerintahan Indonesia jangan menilai turis backapaker dari tampak luarnya saja. Karena tidak sedikit pula turis backpaker berasal dari kalangan orang kaya.
“Turis backpaker itu bisa dari kalangan miskin hingga dari kalangan kaya, ini hanya soal gaya traveling saja, cara setiap turis untuk menikmati perjalanannya saja," ujar Michael saat bertemu dengan dengan sejumlah wartawan di Karangasem, pada Senin, (20/09/2021).
Dengan munculnya pernyataan tersebut, ia menilai bisa berdampak terhadap citra pariwisata Bali untuk kedepannya. Bahkan menurutnya rekan Backpaker di negara lainnya yang juga mengetahui hal ini sudah ada yang menanggapi melalui akun medsosnya masing-masing.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4127 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1414 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 866 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 750 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun