Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Mahasiswa Undiksha Hanyut Saat Banjir Terjang Perumahan di Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seorang mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja bernama Ricardo Razaq Alghivieri (20) dilaporkan hanyut saat banjir menerjang kawasan Perumahan Griya Mahadewa, Banjar Dinas Seraya, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Jumat (12/6/2026) siang.
Hingga Jumat sore, korban yang merupakan mahasiswa Semester II Jurusan Teknologi Informasi (IT) Undiksha itu masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
Peristiwa memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 Wita. Sebelum kejadian, Ricardo diketahui hendak berangkat kuliah. Namun niat tersebut dibatalkan setelah melihat air banjir sudah menggenangi halaman rumahnya.
Ibu korban, Siti Sofana Syamsia (43), menuturkan putranya sempat membuka pintu rumah untuk berangkat ke kampus. Namun kondisi banjiryang terus meninggi membuat Ricardo memutuskan tetap berada di rumah.
"Dia mau berangkat kuliah. Pas buka pintu, air sudah masuk sampai halaman rumah. Dia bilang tidak jadi kuliah kalau kondisinya seperti ini," ujar Siti saat ditemui di lokasi kejadian.
Menurut Siti, saat itu hujan deras tidak sedang terjadi. Namun debit air tiba-tiba meningkat dan sungai yang berada di belakang rumah meluap hingga menggenangi permukiman warga.
Di tengah kondisi tersebut, keluarga menyadari adanya retakan pada tembok kamar mandi yang menjalar ke bagian tembok kamar. Mengetahui kondisi rumah mulai membahayakan, Ricardo meminta ibu dan adiknya, Raffi Alief Alvaro (13), segera keluar menyelamatkan diri.
"Saya disuruh keluar bersama adiknya karena tembok rumah sudah retak. Saat saya keluar, dia malah masuk ke dalam rumah. Mungkin mau menyelamatkan barang-barang," kata Siti.
Beberapa saat kemudian, bangunan rumah mendadak ambruk akibat terjangan arus banjir yang deras. Ricardo yang berada di dekat bangunan tersebut diduga terpeleset sebelum akhirnya terseret arus.
"Kejadiannya sangat cepat, hanya hitungan detik. Setelah rumah roboh, dia terpeleset dan hanyut. Yang terlihat hanya kepalanya saja," tutur Siti.
Sang adik yang menyaksikan peristiwa itu sempat berupaya memberikan pertolongan dengan menyodorkan bambu ke arah korban. Namun derasnya arus membuat usaha penyelamatan tersebut tidak membuahkan hasil.
"Adiknya sempat mencoba memberikan bambu, tapi korban sudah tidak kelihatan, hilang terbawa arus," ungkapnya.
Siti mengungkapkan keluarganya baru sekitar dua tahun menempati rumah tersebut. Rumah itu dibeli agar lebih dekat dengan kampus tempat Ricardo menempuh pendidikan di Undiksha Singaraja.
Namun belakangan, keluarga mengetahui rumah tersebut ternyata pernah mengalami kerusakan serupa sebelum mereka membelinya.
"Saya baru tahu kalau rumah ini pernah roboh sebelumnya. Kami pindah ke sini karena anak saya kuliah di Undiksha supaya lebih dekat. Sebelumnya saya tinggal di lovina," ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban di sepanjang aliran sungai dan kawasan yang terdampak banjir di Desa Baktiseraga.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5841 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2565 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2193 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan