Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Malaysia Izinkan Masyarakat Lepas Masker di Luar Ruangan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Warga Malaysia kini tak lagi diwajibkan menggunakan masker di luar ruangan. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin yang memaparkan tentang aturan pengendalian Covid-19 terbaru.
Dalam paparannya, ia mengatakan bahwa siapa pun dapat pergi ke tempat mana pun terlepas dari status vaksinasi mereka. Pemilik toko hanya perlu mengecek apakah orang tersebut positif Covid-19 atau tidak di aplikasi MySejahtera miliknya.
Mengenakan masker di luar ruangan tergantung pada kebijaksanaan individu tetapi diwajibkan di dalam ruangan dan di transportasi umum, termasuk kendaraan e-hailing. Individu dapat melepas topeng mereka di dalam ruangan jika mereka makan, memberikan pidato, melakukan olahraga berat atau memberikan pertunjukan.
Mereka yang sakit atau memiliki gejala harus memakai masker mereka terlepas dari apakah itu di dalam atau di luar ruangan. Depkes akan memberlakukan mandat masker di dalam ruangan di bawah Undang-Undang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular 1988 (UU 342).
Tidak lagi wajib memindai kode QR MySejahtera tetapi setiap orang dianjurkan untuk mengaktifkan MYSJ Trace. Lantas bagaimana Indonesia?
Beberapa waktu lalu, Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan antibodi yang tinggi dalam level komunitas maupun populasi, bukan berarti meninggalkan kepatuhan pada protokol kesehatan yang berlaku.
"Bukan berarti lepas masker, yang ada malah peningkatan kasus lagi. Lonjakan kasus di China karena vaksinasi lansia tidak sebaik di Indonesia. Kita konsisten terus pada lansia," katanya.
Pandu mengatakan imunitas penduduk adalah modal dasar menghadapi virus, meskipun berbagai mutasi virus yang terjadi di dunia belum seluruhnya bisa pastikan.
"Kalau semua penduduk dunia memiliki kekebalan, maka evolusi virus jadi lebih lama frekuensinya dan aktivitas masyarakat berjalan lebih lama," katanya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4436 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2094 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1550 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1008 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 939 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun