Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Masih Ditemukan Pemudik yang Nekat Menyeberang di Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Situasi Pelabuhan Gilimanuk Jembrana sehari menjelang Idul Fitri terlihat sepi hanya kendaraan truk kendaraan logistik yang masuk dan keluar Bali Rabu (12/05/2021) malam.
Dari pantauan di lapangan, di pos 1 Pelabuhan Gilimanuk terdapat pemudik yang berusaha nekat untuk menyebrang, namun usaha mereka sia-sia lantaran petugas menyuruh putar balik ke Denpasar.
Sementara di Pos Penyekatan Cekik Gilimanuk sekitar pukul 23.00 WITA terlihat puluhan kendaraan yang mau menyeberang, mereka diberhentikan juga di pos penyekatan oleh petugas. Pemudik ini tidak dilengkapi surat rekomendasi menyebrang ke Pulau Jawa.
Terkait Pasca pemalsuan surat kesehatan dan surat ijin dari desa yang pelakunya sudah di proses oleh Polres Jembrana, pemeriksaan di Pos Penyekatan Terminal Negara dan Pos Penyekatan Cekik dan di Pos 1 Pelabuhan lebih intensif.
Hal tersebut ditegaskan Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa SIK Kamis (13/05/2021). Sesuai surat edaran sebagai contoh apabila ada masyarakat yang mengalami kemalangan agar membawa surat keterangan kematian dan dilengkapi juga dengan surat rapid antigen negatif.
"Kita ketatkan lagi pemeriksaan di pos penyekatan agar upaya meloloskan diri pemeriksaan bisa digagalkan, " tutup Kapolres.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4143 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1417 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 870 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 753 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun