Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Masuki Musim Kemarau, Pupuan dan Selemadeg Rentan Gangguan Distribusi Air
BERITABALI.COM, TABANAN.
Musim kemarau yang sudah dekat diharapkan masyarakat Tabanan yang berada di wilayah Kecamatan Pupuan dan Selemadeg Timur diimbau mempersiapkan diri terkait ketersedian air bersih dengan menampung air.
Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya gangguan saat pemakaian jam puncak. "Sejak awal harus dipersiapkan, ketika memasuki musim kemarau dan terjadi gangguan saat puncak, masyarakat masih memiliki stok air bersih," ujar Kepala Bagian Hubungan dan Langganan Perumda Tirta Amertha Bhuana Budi Gunawan saat dikonfirmasi, Jumat (11/6).
Ia menjelaskan, untuk di Kecamatan Pupuan seperti di Mekori, debit air kini sudah mengalami penurunan dari 5 liter per detik jadi 4 liter per detik. Meski begitu, khusus sumber air Mekori yang melayani 400 pelanggan di Desa Belimbing, saat ini distribusi belum sampai terganggu ke rumah penduduk.
Namun biasanya distribusi air terganggu saat puncaknya musim kemarau di bulan Agustus mendatang. "Puncak kemarau akan berlangsung sampai Agustus nanti, kalau setelah Agustus sudah musim hujan," ujarnya.
Pihak Perumda Tirta Amertha Bhuana selalu menyiagakan tim agar bisa melakukan penanganan cepat jika terjadi kebocoran sehingga tidak mengganggu wilayah lainnya.
“Kami juga rutin memantau saluran air agar mencegah terjadinya kebocoran,” ujarnya.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5483 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3473 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2307 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1106 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan