Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Melasti hingga Tawur Agung Diminta Taat Prokes Ketat
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Rangkaian Nyepi dimulai akhir pekan depan. Yakni Melasti hingga Tawur Agung sampai puncaknya melaksanakan Tapa Brata Penyepian.
Selama menjalani prosesi tersebut, Ketua PHDI Gianyar, Wayan Ardana meminta umat menaati protokol kesehatan Covid-19. Untuk Melasti, digelar dengan jumlah pengiring terbatas. Bahkan lokasi Melasti diharapkan dicari yang terdekat dari pura atau dari desa.
“Bagi yang dekat pantai, ke pantai dengan jumlah pengiring minim. Kalau dekat danau, ke danau, begitu pula yang dekat Campuhan dan lainnya (seperti mata air, red) supaya Melasti kesana,” ujar Ardana, Sabtu (19/2).
Ardana menambahkan, Melasti merupakan menyucikan Bhuwana Agung mencari Tirta Amerta. “Intinya itu, tetap dilaksanakan dengan prokes ketat,” ungkapnya.
Selanjutnya, untuk Tawur Agung, sehari sebelum Nyepi, menyesuaikan jumlah orangnya. “Biasanya Tawur tempatnya luas, jadi bisa lebih banyak, tapi dengan mengedepankan prokes,” pintanya.
Untuk prosesi tawur, seperti pada tahun sebelumnya. Di Gianyar, Tawur Agung Kesanga berlangsung di Catus Pata Puri-Alun-alun. “Mekanisme, sesuai yang sudah berjalan biasa, dari petugas, tiap kabupaten nunas Tirta ke Besakih. Lalu di Kabupaten, untuk 7 Kecamatan,” tutup dia.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4114 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1409 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 938 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 866 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 750 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun