Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Melihat Lumba-Lumba Saat ‘Sunrise’ di Lovina
BERITABALI.COM, BULELENG.
Lumba-lumba dan matahari terbit atau sunrise merupakan dua fenomena alam yang jarang bisa dinikmati dalam waktu bersamaan. Di Pantai Lovina Buleleng, Bali, Anda dapat menyaksikan dua fenomena alam yang indah ini dalam waktu bersamaan.
Untuk dapat menyaksikan lumba-lumba dan keindahan matahari terbit atau Sunrise, Anda harus sudah berangkat dari tepi Pantai Lovina pukul 6 pagi waktu setempat. Dengan membayar sekitar Rp 50 ribu per orang, pengemudi perahu motor akan membawa Anda ke tengah laut untuk melihat kemunculan lumba-lumba.
Setelah berlayar ke tengah laut selama kurang lebih 30 menit, pengemudi perahu motor yang juga sekaligus sebagai ‘guide’ (pemandu wisata) mulai mencari lokasi munculnya lumba-lumba.
Di tengah laut, puluhan perahu motor yang mengangkut wisatawan asing dan domestik sudah tampak hilir mudik mencari lokasi munculnya lumba-lumba.
Seiring munculnya matahari terbit atau sunrise di ufuk timur, kumpulan ikan lumba-lumba mulai bermunculan dan kadang berloncatan di beberapa lokasi yang ada di laut.
Untuk bisa melihat lumba-lumba ini dengan jelas, pengemudi perahu motor harus membawa perahu motornya sedekat mungkin dengan kawanan lumba-lumba tersebut.
Waktu yang baik untuk melihat kawanan lumba-lumba dan matahari terbit atau sunrise di Pantai Lovina adalah pukul 7.30 hingga pukul 8 pagi waktu setempat. Pada waktu tersebut, lumba-lumba muncul ke permukaan untuk memangsa ikan-ikan kecil yang ada di perairan Pantai Lovina.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1445 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1095 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 938 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 832 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik