Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Mengenal Awik, Hijab Wanita Asal Bangsawan Bugis Makassar
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Awik adalah sejenis hijab Syari'ah yang dikenakan komunitas tradisi budaya warga Loloan Jembrana, Bali sejak zaman kerajaan pada abad XVII.
Sebenarnya Awik adalah pakaian asli wanita masyarakat Bugis Makassar yang dalam bahasa bugis dikenal dengan istilah "Makkawik".
Merunut sejarahnya, Awik awalnya digunakan oleh para wanita yang berdarah bangsawan Bugis Makassar yang dalam istilah bahasa Makassar disebut dengan “Tau Ratea” yang kira kira bahasa Indonesianya adalah kata Tau berarti orang, sedangkan Ratea artinya di atas.
Jadi Tau Ratea berarti orang yang berada di golongan atas yaitu pembesar/bangsawan. Kain ini biasanya terbuat dari kain Sa'be yakni kain tenun dari bahan sutera yang berkualitas.
Namun kata 'Awik' sendiri mencakup pakaian yang terdiri dari dua lembar kain yaitu yang satu dililitkan dari pinggang ke bawah semacam sarung dan lainnya ditutupkan ke seluruh badan dan kadang sampai ke bagian kepala wanita.
Tokoh budaya Loloan Haji Musadat (63) asal lingkungan Loloan Timur, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana menjelaskan, Awi'k artinya kerudung sarung laki dengan bahan kain songket.
Biasa digunakan untuk ditokohkan bagi tuan guru atau para bangsawan raja-raja. Akan tetapi, kata dia, kini dipakai untuk acara perkawinan dengan syarat menutup aurat wanita sehingga bentuk tubuhnya tidak dilihat.
Baca juga:
PSM Makassar vs Bali United Berlaga Sore Ini
"Itu lambang kebesaran bagi darah biru, tapi kini dipakai para wanita bagi penganten. Ini digunakan saat ziarah saat ke rumah mertua. Tanda kebesaran dan kaki menggunakan hiasan daun pacar (henna) dengan ukiran klasik, hanya berupa titik bervariasi," tuturnya.
Musadat juga menambahkan, ini bukti Awik pengantin baru dengan tradisional yang masih terjaga hingga saat ini. Zaman dulu Tuan guru yang memakai hal ini berupa tradisi budaya.
Tarian Awi'k itu merupakan tarian kontemporer tanpa menghilangkan tradisi lama.
"Tarian ini merupakan tradisi Bugis Melayu. Kelestarian tarian lebih terfokus kontemporer, dengan tembang dan iringan musik klasik," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 768 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 696 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 381 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 328 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun