Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 14 September 2026
Mengenal Tradisi Lebaran Ketog Semprong yang Bangun Toleransi
BERITABALI.COM, TABANAN.
Tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri warga di kampung Muslim Candikuning, Kecamatan Baturiti menggelar tradisi Ketog Semprong.
Acara dalam tradisi ini mungkin hampir sama seperti tradisi lain pada lebaran ketupat. Yakni makan ketupat bersama-sama pada hari ketujuh usai Hari Raya Idul Fitri.
Ketog Semprong ini memiliki makna yang cukup baik yakni memiliki berkumpulnya orang menjadi satu kesatuan. Oleh karena itu kegiatan ini sangat erat dengan tujuan membangun toleransi dan berkumpul bersama.
Dalam gelaran tradisi Ketog Semprong yang diadakan di Tabanan juga memiliki makna terkait masyarakat dan pemimpinnya.
Bagi Masyarakat Candikuning, Festival ini juga dimaknai sebagai ajang untuk berjumpa dan bersua, tak hanya dengan saudara, keluarga, maupaun masyrakat setempat, namun juga meningkat manfaatnya sebagai tempat jumpa masyarakat dan pemimpinnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 4845 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3419 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2128 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 852 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan