Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Mengenal Tradisi Lebaran Ketog Semprong yang Bangun Toleransi
BERITABALI.COM, TABANAN.
Tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri warga di kampung Muslim Candikuning, Kecamatan Baturiti menggelar tradisi Ketog Semprong.
Acara dalam tradisi ini mungkin hampir sama seperti tradisi lain pada lebaran ketupat. Yakni makan ketupat bersama-sama pada hari ketujuh usai Hari Raya Idul Fitri.
Ketog Semprong ini memiliki makna yang cukup baik yakni memiliki berkumpulnya orang menjadi satu kesatuan. Oleh karena itu kegiatan ini sangat erat dengan tujuan membangun toleransi dan berkumpul bersama.
Dalam gelaran tradisi Ketog Semprong yang diadakan di Tabanan juga memiliki makna terkait masyarakat dan pemimpinnya.
Bagi Masyarakat Candikuning, Festival ini juga dimaknai sebagai ajang untuk berjumpa dan bersua, tak hanya dengan saudara, keluarga, maupaun masyrakat setempat, namun juga meningkat manfaatnya sebagai tempat jumpa masyarakat dan pemimpinnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 552 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 411 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 407 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan