Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 14 September 2026
95 Ribu KK di Buleleng Belum Terdata, Pendataan Perlinsos Diperpanjang
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kabupaten Buleleng diperpanjang hingga Desember 2026. Perpanjangan dilakukan karena hingga kini baru 174.146 dari total 269.323 kepala keluarga (KK) di Buleleng yang tercatat dalam sistem.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) Buleleng, Putu Kariaman Putra mengatakan, pendataan Perlinsos baru mencapai 64,66 persen. Dengan capaian tersebut, masih terdapat sekitar 95.177 KK atau 35,34 persen yang belum masuk dalam pendataan.
Sesuai arahan pemerintah pusat, waktu pendataan kemudian diperpanjang hingga Desember 2026. Perpanjangan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pendaftaran sekaligus mengajukan sanggah apabila data yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
"Kami mendorong desa, kelurahan, agen Perlinsos dan SDM PKH untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat, terutama dalam proses pendaftaran dan sanggah. Kalau memang data yang ada tidak sesuai kondisi sebenarnya, silakan dilakukan sanggah," ujar Kariaman, dikonfirmasi Senin (14/9).
Kariaman menjelaskan, seluruh warga yang masuk dalam populasi tetap menjadi sasaran pendataan. Namun, terdapat tiga kelompok yang mendapat perhatian khusus dalam proses tersebut.
Pertama, penerima bantuan yang datanya sudah tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Kedua, masyarakat yang sebelumnya mengalami pemutusan bantuan dari Kementerian Sosial tetapi merasa masih memenuhi kriteria. Ketiga, warga yang masuk kategori fakir miskin tetapi selama ini belum tersentuh program bantuan sosial.
Baca juga:
Denpasar Kejar 60 Persen Pendataan Perlinsos
Menurut Kariaman, pendataan tersebut saat ini melibatkan 5.050 agen Perlinsos yang tersebar di 148 desa dan kelurahan di Kabupaten Buleleng. Pemkab Buleleng juga menghadapi kendala dalam mendata warga yang sedang berada di luar daerah karena bekerja maupun merantau.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Perbekel dan Lurah diminta lebih aktif menyosialisasikan pendataan kepada masyarakat. Warga Buleleng yang sedang berada di luar daerah juga dapat melakukan pendaftaran secara mandiri.
Pelayanan pendataan Perlinsos tetap dibuka setiap hari di sejumlah fasilitas pelayanan publik, termasuk rumah sakit dan puskesmas.
Mulai Selasa (15/9), sasaran pendataan juga diperluas ke perusahaan dan perbankan yang berada di Kabupaten Buleleng. Langkah ini dilakukan untuk menjangkau lebih banyak warga yang belum masuk dalam sistem.
"Kami tetap melakukan pelayanan setiap hari di rumah sakit dan puskesmas. Mulai besok kami juga menyasar perusahaan-perusahaan yang ada di Buleleng, termasuk perbankan," tandas Kariaman.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 4757 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3418 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2115 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan