Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Menyelam Dibantu Kompresor, Meninggal Di Jalan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Keinginan Sugito (39) untuk memperoleh ikan dengan cara menyelam menembak ikan justru menghantarkannya menemui ajal. Warga Lingkungan Penginuman Gang V, Gilimanuk ini meninggal setelah menyelam dengan bantuan kompresor.
Dari informasi yang dihimpun, Kamis (13/1) menyebutkan Sugito bersama dua temannya, Muji (35) dan Sugeng (31) bermaksud mencari ikan dengan menembak ikan di dekat dermaga pendaratan BBM PLTG Gilimanuk.
Setelah semua perangkat penembakan siap, Sugito yang akrab dipanggil Gito ini, menyelam dengan bantuan pernafasan dari selang yang tersambungkan ke kompresor di atas sampan. Ketika baru mendapatkan beberapa ekor ikan di kedalaman 15 meter, Gito yang sudah terbiasa menyelam tiba-tiba mengalami kram.
Kemudian dia naik ke permukaan dan mengeluh kepada dua rekannya kalau kondisinya tidak enak dan badannya terasa panas. Mendengar keluhan rekannya itu, dua rekannya membawa Gito ke Puskesmas Gilimanuk."Saat ke Puskesmas kondisinya masih bagus dan masih bisa bicara dengan baik.
Hanya badannya saja yang dirasakan panas," ujar Kasat Polair Gilimanuk AKP I Ketut Budi, ketika dikonfirmasi Kamis (12/1). Namun, setibanya di Puskesmas ternyata kondisi Gito terus menurun. Melihat kondisi tersebut, dokter yang bertugas di Puskesmas tersebut merujuk ke RSUD Negara. "Sebelum tiba di rumah sakit, Gito sudah keburu meninggal," tambah Ketut Budi.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1422 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1080 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 922 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 816 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik