Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Mesin Mati, KMP 3 Anugrah Terombang-ambing di Selat Bali
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tiga Anugrah yang melayani penyeberangan di selat Bali mengalami mesin mati (blackout) Minggu (13/03/2022) pukul 15.52 WITA.
Akibatnya Puluhan penumpang yang menumpang di kapal tersebut sempat terombang-ambing di laut lantaran terjebak dalam kapal karena kapal mengalami mati mesin.
Para penumpang akhirnya dievakuasi dengan perahu nelayan, sedangkan kapal ditarik dengan kapal lain agar bisa bersandar di dermaga Pelabuhan Gilimanuk.
Koordinator Satpel BPTD Gilimanuk I Nyoman Sastrawan mengatakan, KMP Tiga Anugerah saat bertolak dari Pelabuhan Ketapang mengalami black out atau mati mesin saat akan tiba di Pelabuhan Gilimanuk.
"Kapal hanyut sampai belakang pasar, seluruh penumpang sudah dievakuasi dengan selamat," tegasnya.
Untuk memastikan penyebab matinya mesin kapal tersebut pihaknya bersama UPP akan melakukan pengecekan di mesin kapal tersebut.
Dari data tercatat dalam manifes KMP Tiga Anugerah, jumlah penumpang sebanyak 49 orang dan 25 unit kendaraan. Terdiri dari 9 unit motor dengan jumlah penumpang 15 orang, motor besar 1 unit, kendaraan kecil atau mobil pribadi 8 unit dengan 26 penumpang, pikao 1 unit dengan 2 penumpang dan truk sedang sebanyak 5 unit dengan 5 orang penumpang.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 2592 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1265 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 907 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 828 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 654 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun