Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 29 September 2026
Meski Tim Khusus Dibentuk, Polda Bali Belum Melakukan Pemeriksaan di Ashram Klungkung
Jumat, 1 Februari 2019,
07:09 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kabid Humas Polda Bali Kombespol Hengky Widjaja membenarkan Subdit IV Ditreskrimum Polda Bali sudah melakukan penyelidikan, guna mencari saksi-saksi tentang kepastian adanya dugaan kegiatan paedofilia di tempat Ashram Klungkung.
“Sementara ini baru sebatas informasi yang diberitakan di salah satu media social. Sehingga Polda Bali perlu turun ke lapangan untuk menyelidiki,” terangnya, Kamis (31/1) terkait kasus paedofil yang melibatkan tokoh Ashram di Klungkung tersebut.
Perwira melati tiga di pundak ini menerangkan, pihak Ditreskrimum Polda Bali juga sudah membentuk tim khusus untuk menyelidikinya. Nantinya tim khusus ini akan berbagi tugas penyelidikan. “Tim khusus sudah dibentuk dan dibagi tugas,” ujarnya.
Namun saat ditanya apakah Polda Bali sudah melakukan pemeriksaan atau penggeledahan di Ashram Klungkung? Kombes Hengky mengatakan hal tersebut belum dilakukan. “Belum. Masih lidik di lapangan, belum ada pemeriksaan,” terangnya.
Dalam penyelidikan ini, kata Kombes Hengky, perlu ada tahapan tahapan selanjutnya. Jadi, dia berharap kepada masyarakat untuk bersabar dan menyerahkan penanganan kasus ini ke polisi. “Biarkan anggota bekerja dulu melakukan tugasnya dilapangan. Kan masih informasi awal dari media social toh,” ungkapnya.
Sebelumnya, kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi sekitar 10 tahun yang lalu di salah satu Ashram di Klungkung, kembali mencuat. Bermula dari perang komentar di laman facebok pribadi milik istri Gubernur Bali, Putri Koster. Sehingga pihak Polda Bali mulai ancang-ancang untuk mengusut tuntas kasus ini.
Imbasnya, Siti Sapurah alias Ipung, salah satu pihak yang diduga mengetahui persis kasus tersebut dipanggil pihak Polda Bali untuk dimintai keterangannya, pada Kamis (31/1). "Iya benar, saya bersama rekan saya yang biasa dipanggil Dadap diminta memberi informasi terkait kait dugaan kasus pelecehan seksual ini,"ujar Ipung usai diperiksa.
Dia menuturkan, di hadapan penyidik Ditreskrimum Polda Bali, ia menceritakan apa yang terjadi dalam kasus ini sebagaimana dia menceritakan kepada istri Gubernur Bali beberapa waktu lalu. Kepada polisi Ipung menjelaskan, kasus dugaan pelecehan seksual ini berawal pada tahun 2008.
Dimana ada 12 anak berkisar usia anak-anak dan satu orang sudah berstatus mahasiswa kabur dari Ashram Klungkung dengan menggunakan sepeda. Nah, 12 anak yang kabur ini, diduga mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh GI ke salah satu bengkel. "Setelah itu, ada yang menjemput oleh seorang wartawan," ungkap Ipung.
Kemudian, 12 anak itu dibawa ke salah satu rumah aman di Denpasar. "Jadi apa yang saya tahu sudah saya ceritakan ke polisi semua,"tegasnya. Ipung juga mengatakan, sejatinya kasus ini sudah cukup bukti untuk dilaporkan ke Polisi di tahun 2008 lalu. Tapi entah kenapa, saat itu kasus ini tidak juga dilaporkan. Padahal dalam pertemuanya bersama salah satu profesor di Bali, ada beberapa bukti kuat yang cukup untuk melaporkan kasus ini.
"Dalam pertemuan saya dengan profesor itu ada juga salah satu korban. Intinya apa yang saya tahu sudah saya ceritakan kepada polisi. Dan harapan saya ya tentu kasus ini bisa berlanjut," pungkasnya.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8518 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5863 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3681 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2510 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026