Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Momen Evakuasi Terakhir Korban ke-25 Longsor Tambang Emas Ilegal Solok
beritabali.com/cnnindonesia.com/Momen Evakuasi Terakhir Korban ke-25 Longsor Tambang Emas Ilegal Solok
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi korban terakhir atau korban ke-25 yang dilaporkan tertimpa longsoran tambang emas ilegal di Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Kepala Badan Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Irwan Effendi menyebutkan, korban terakhir ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan teridentifikasi bernama Sugeng.
"Orang terakhir yang dilaporkan menjadi korban sudah berhasil dievakuasi dan dibawa ke posko dari dalam lokasi tambang yang longsor itu," kata Irwan kepada CNNIndonesia.com, Minggu (29/9).
Setelah berhasil ditemukan, evakuasi korban Sugeng itu dilakukan dengan pola estafet oleh tim SAR. Tim yang menemukan korban kemudian menyerahkan jenazah kepada tim SAR lain yang menunggu.
Metode evakuasi estafet itu dilakukan karena medan yang berat dan lokasi jauh.
"Evakuasi dilakukan dengan pola estafet," kata Irwan.
Sugeng menjadi orang ke-25 yang sudah ditemukan dan dievakuasi tim penyelamat, dan menjadi korban ke-13 yang ditemukan meninggal dunia. Dari 25 korban longsor tambang emas ilegal di Solok itu, 12 di antaranya ditemukan selamat.
"Total korban sesuai laporan ada 25 orang. 13 meninggal dunia, 12 mengalami luka," ujar Irwan menerangkan rincian korban tambang emas ilegal tersebut.
Sebelumnya, mengutip dari Antara, Deputi Operasi dan Latihan Basarnas Edy Prakoso di Jakarta, Minggu (29/9), mengatakan selain Sugeng pada hari itu juga ditemukan korban selamat yakni laki-laki bernama Zulmadinir. Dia mengatakan para korban yang selamat maupun meninggal dunia tersebut sudah ditangani oleh tim medis yang di antaranya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Natsir.
Basarnas akan berkoordinasi lebih lanjut dengan semua unsur terlibat termasuk pemerintah daerah untuk memutuskan operasi SAR yang dimulai pada Jumat (26/9) dilanjutkan atau tidak.
Terlepas dari itu, Basarnas bersama pihak terkait lainnya juga masih menyiagakan personel dan memberikan kesempatan kepada warga bila merasa ada anggota keluarganya yang hilang dalam peristiwa tersebut untuk melapor ke petugas di Posko Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok tersebut.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, lokasi tambang emas illegal yang longsor tersebut punya medan yang berat. Petugas menantang bahaya arus sungai yang deras saat membawa korban meninggal dunia maupun yang terluka.
Korban diseberangkan dengan sebuah perahu darurat. Setelahnya, korban harus digotong bersama-sama berjalan kaki menuju posko terdekat, tempat dimana mobil ambulans menunggu.
Tambang emas situ sendiri mengalami longsor akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3920 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3095 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2113 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2059 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun