Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Monyet Serang Tanaman di Payangan, Petani Resah

Kamis, 10 Maret 2022, 17:25 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Monyet Serang Tanaman di Payangan, Petani Resah.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Petani penggarap yang berada di Tukad Siap sampai Tukad Petanu wilayah Kecamatan Payangan, tidak tenang bertani. Di saat tanaman pangan sedang berbuah dan akan dipetik, namun kawanan monyet lebih dulu memakan hasil panen. 

Tanaman pangan yang dipanen kawanan monyet ini mulai dari pisang, salak, jagung dan kacang-kacangan. Salah satu petani di Desa Buahan Kaja, Wayan Kira, Kamis (10/3) kemarin, habitat kera di sepanjang Tukad Siap sampai pertemuan dengan Sungai Ayung, Payangan melakukan serangan terhadap tanaman pangan. Dikatakannya, serangan monyet-monyet sudah berlangsung sejak 6 bulan lalu. 

"Awalnya ada beberapa monyet yang menyerang kebun, sehingga tidak menyebabkan kerusakan berarti, namun terakhir ini serangan mengganas. Satu koloni jumlahnya ratusan menyerang kebun dalam semalam," jelas Wayan Kira. 

Dirinya yang memiliki kebun pisang dan salak, tidak habis pikir, mengingat salak Bali yang akan dipanen ludes tak bersisa diserang koloni monyet-monyet Tukad Siap. Kerugian ini tidak saja dialami dirinya, petani lain juga mengalami kerugian serupa. 

Dijelaskan, sebagian besar petani di sepanjang Tukad Siap, dari Desa Buahan Kaja sampai Banjar Bunteh, Desa Kerta mengalami kerugian serupa. Hasil panen kebun yang biasanya dijarah dari Pisang, Salak, Mangga sampai Durian termasuk tanaman kacang-kacangan. 

Dirinya bersama petani lain pernah berupaya menghalau kawanan monyet tersebut, namun usahanya tanpa hasil. "Di siang hari kami bisa menghalau kawanan monyet, namun di malam hari kawanan itu beraksi," tuturnya. Apalagi saat menghalau di siang hari, kawanan monyet bersembunyi di lembah sungai, sehingga persembunyiannya aman. "Kami tidak memiliki harapan apa lagi, kemampuan petani sangat terbatas," ujarnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami