Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Nakes Prihatin, Masyarakat Anggap RSU Negara Meng-Covid-kan Pasien
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Direktur RSU Negara dr I Gusti Bagus Oka Parwatha mengakui adanya stigma negatif masyarakat terhadap rumah sakitnya (RSU Negara-red) yang dinilai meng-Covid-kan pasien. Dan ini membuat tenaga kesehatan (nakes) merasa sedih dan prihatin.
"Masyarakat masih tetap belum paham bahwa kondisi saat ini adalah bencana wabah. Kita semua elemen harus bersatu mulai dari menyamakan persepsi juga bersama-sama menghadapi bencana wabah ini, karena tanpa kerja sama yang baik mustahil bencana dapat kita hadapi dengan baik," ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (26/10/2020).
Kendati demikian, ia tetap merasa bangga karena secara pribadi dan teman nakes lainnya di RSU Negara karena menjadi Kabupaten terbaik dalam penanganan Covid-19. Khususnya, dalam menekan korban meninggal dan penyebaran Covid-19.
Meski begitu, pihaknya tetap waspada karena sejauh ini tercatat sejumlah nakes di RSU Negara terpapar Covid-19 diantaranya; 3 analis, 1 bidan, 1 dokter, dan 1 perawat. Dari semuanya itu, hanya 1 yang terapapr di rumah sakit karena yang bersangkutan kurang disiplin saat melepas APD. Sementara yang lainnya terpapar di luar rumah sakit.
"Sejauh niki mereka baik-baik saja, sudah semua melewati isolasi dan perawatan di RSU dan sudah aman dan bisa bekerja kembali," ujarnya.
Ketika ditanya soal adanya nakes yang mencurahkan isi hatinya selama menangani Covid-19 karena sementara harus berpisah dengan keluarga, Oka Parwata mengatakan sejak awal mereka sudah paham risiko apa yang akan mereka hadapi.
"Mau tidak mau, suka tidak suka, mereka harus siap melaksanakan tugasnya sebagai nakes menangani Covid," tegasnya.
Namun justru yang menarik, ketika ditawarkan untuk dijadwalkan bergantian tugas, hampir sebagian besar menyatakan masih ingin tetap bertugas.
"Mereka semua selalu siap dengan sepenuh hati tanpa dipaksa untuk ditugaskan. Padahal sudah saya tawarkan untuk dirolling agar semua dapat bergantian," ujarnya sembari menambahkan sebanyak 30 hingga 40 nakes disediakan tempat tinggal sementara di hotel Jimbawarna.
Ia berharap agar wabah ini segera bisa teratasi sehingga tidak berdampak banyak korban lagi.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4247 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1447 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 944 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 877 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 768 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun