Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Nasib Warga Hongkong Belum Jelas

Selasa, 19 Februari 2008, 16:36 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Seorang turis asal Hongkong, MS Young Saufung (24), yang dikabarkan hilang terseret arus saat mengikuti wisata rafting di sungai Telaga Waja, Sidemen, Senin (18/2) kemarin, hingga hari ini, nasib turis berjenis kelamin laki-laki itu masih belum diketahui.

Sampai berita ini di-online-kan, Tim SAR dari Brimob Polda Bali masih melakukan penyisiran di sepanjang alur sungai. Upaya pencarian juga melibatkan sukarelawan dari lima pengelola jasa rafting di kawasan tersebut dan warga setempat, Selasa (19/2).

“Tim masih berupaya melakukan pencarian. Kondisi korban belum berani kita pastikan,” jelas Kapolres Karangasem, AKBP Istiyono, yang terlibat langsung dalam proses pencarian korban.

Informasi yang berhasil dihimpun, sekitar pukul 13.30, korban dan tiga rekannya yakni Cheung Kai Chi, Kwan Ching Aan dan Lau Shui Fong mengambil start dari hulu sungai Telaga Waja di wilayah Rendang. Mereka dipandu seorang guide lokal asal Dusun Dangin Pasar, Rendang, Wayan Budi Artana (21).

Memasuki Sungai Sangkan Gunung di wilayah Sidemen, tiba-tiba turun hujan lebat disertai petir. Melihat kondisi tersebut, Budi Artana mengingatkan korban dan ketiga temannya berpegangan pada tali yang ada di perahu karet.

Budi Artana berusaha menepikan perahu karetnya. Namun sayang, tiba-tiba saja dari arah hulu datang air bah menghantam perahu karet tersebut. Terjangan air yang dahsyat membuat perahu karet terbalik.

Budi Artana yang sempat tertimpa perahu dan tiga tamunya berhasil menggapai bibir sungai. Namun tidak demikian dengan korban. Laki-laki itu langsung lenyap terbawa arus sungai.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, polisi memeriksa beberapa saksi termasuk sang pemilik usaha rafting dan Budi Artana. Dalam keterangannya, Budi Artana mengatakan sebelum start segala prosedur keamanan telah ditempuh.“Kami sudah berikan pelatihan singkat. Mereka juga sudah pakai jaket pelampung dan helm,” terangnya.

Kejadian yang menimpa turis Hongkong itu ternyata tak mempengaruhi kegiatan rafting di Telaga Waja. Pihak kepolisian juga belum mengeluarkan instruksi penghentian aktivitas wisata di sungai tersebut.“Mudah-mudahan korban cepat bisa kita temukan,” tandas Kapolres Istiyono.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami