Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Ormas Anas: KPK Pembohong Besar
jakarta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dianggap sebagai pembohong besar. Hal itu menanggapi, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang tak kunjung ditahan karena alasan rumah tahanan (Rutan) KPK yang sedang penuh.
Semantara, KPK baru saja melakukan penahanan terhadap mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah sebagai tersangka Pilkada Lebak, Banten. Penahanan Atut dapat dibilang cukup singkat pasca penetapan tersangka jika dibandingkan dengan Anas.
Demikian dikatakan Juru Bicara Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Tri Dianto, di Kantor PPI, Jakarta, Jumat (20/12/2013). Menurutnya, Abraham tidak konsisten dengan ucapannya.
"KPK ini 'mencla-mencle', tidak konsisten dengan ucapannya. Abraham Samad ini suka sekali bohong, Abraham pernah berkata akhir tahun 2013 Anas sebagai tersangka Hambalang akan ditahan, beliau mengatakan Rutan KPK penuh, tapi Ratu Atut kok ditahan," kata Tri, di Kantor Pergerakan Indonesia (PI), Jakarta, Jumat (20/12/2013).
Menurutnya, Abraham harus konsisten dalam menjabat di institusi tindak kejahatan korupsi. Karena sebagai aparat penegak hukum harus konsisten dalam menjalankan tugas dan ucapannya.
"Ini saya kira tidak konsisten dari Ketua KPK, penahanan Ratu Atut ini terlalu tergesa-gesa. Dalam pemberantasan korupsi ini lebih besar ambisi menahan daripada pemberantasan korupsi ini," tegas Anas.
Diketahui, Abraham Samad, mengaku tak kunjung menahan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum lantaran rumah tahanan (rutan) KPK sedang penuh.
"Saya belum tahu, jadi saya tidak bisa memastikan. Tapi Saya berusaha akan secepatnya. Problemnya tahanan di KPK saat ini lagi full," jelas Samad usai menghadiri acara Pekan Anti Korupsi di Istora Senayan, Jakarta bersama Wakapolri, Komjen Oegroseno pada Rabu (11/12/2013) lalu. [bbn/inilah]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5833 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4599 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2564 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2208 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2191 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan