Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 10 Juni 2026
Paceklik, Nelayan Gelar Ritual
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Perubahan cuaca yang sedemikian ekstrim memaksa nelayan di sepanjang pesisir pantai di wilayah Jembrana, pasrah. Mereka lebih memilih mengangkat jaring yang biasanya terpasang di tengah lautan, ke daratan akibat tidak adanya ikan yang masuk ke perangkap tersebut.
Masyarakat menempuh berbagai upaya yang salah satunya dengan menggelar ritual keagamaan, seperti yang dilakukan oleh masyarakat nelayan di Dusun Kombading, Pengambengan, Negara.
Baca juga:
Kronologi Korut-Ukraina Putus Hubungan
Dalam ritual yang dihadiri oleh Bupati Jembrana, I Gede Winasa ini masyarakat mekukan serangkaian prosesi yang intinya memohon agar musim paceklik segera berakhir.
Ritual ini rutin kami selenggarakan, terutama saat musim paceklik ikan tiba, kata H. Asmuni Turyadi, Perbekel Pengambengan ketika ditemui di sela-sela acara, Senin (28/6).
Selain untuk memohon agar musim paceklik ikan segera berakhir, tambah Asmuni, masyarakat juga diminta untuk melakukan instrospeksi diri dengan kondisi paceklik yang diantaranya disebabkan oleh perubahan cuaca yang sedemikian ekstrim.
Sementara itu, Winasa mengatakan kendatipun paceklik ikan ini disebabkan oleh perubahan cuaca, namun jangan sekali-sekali menyalahkan alam.Kita jangan menyalahkan alam karena kondisi ini mungkin peringatan dari Tuhan agar kita melakukan introspeksi diri. Kita harus tetap bersyukur dan bersabar, harapnya.
Menyikapi perubahan cuaca, Winasa mengharapkan para nelayan untuk tetap waspada dan menlengkapi diri dengan berbagai alat-alat keselamatan.Musibah di laut tidak bisa kita prediksi sehingga tingkat kewaspadaan harus ditingkatkan. Saat melaut, lengkapi diri dengan alat-alat keselamatan serta cek dan recheck kondisi perahu dan perangkatnya sebelum melaut, ujarnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli