Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Panca Walikrama di Pura Payogan, Puluhan Hewan Dihaturkan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Puluhan hewan dihaturkan atau dipersembahkan saat upacara Tawur Panca Walikrama di Pura Payogan Agung, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, yang puncaknya, Jumat (25/3). Puluhan hewan mulai dari kebo, kera, menjangan hingga angsa.
Bendesa Desa Adat Ketewel, I Wayan Ari Suthama mengatakan Karya Agung Panca Walikramaa dilaksanakan berdasarkan Sastra Dresta Kuno seperti Raja Purana Pura Payogan Agung.
Menurut Sastra, menggunakan sarana sejumlah binatang, diantaranya, Kebo Yusmerana, Kebo Anggrekulan, Kebo Klutuk sebanyak 16 ekor, Godel (anak sapi) sebanyak 6 ekor, Bojog Selem (kera hitam) sebanyak 2 ekor, Kambing Bang, Kambing Selem, Kambing Cemangi sebanyak 38 ekor, Celeng Alas, Celeng Butuan, Menjangan, Kidang, Bawi (babi) Asu (anjing) Bangbungkem, Itik, Angsa, Ayam dan lainnya.
Pendanaan Karya Agung Panca Walikrama bersumber dari pendapatan Usaha Desa seperti LPD Desa Adat, BUPDA, hasil bertani pelaba pura serta dana punia.
“Karya punoki boye je ngerastitiang krama lan jagat titiang ring Ketewel, sakewanten taler ngerastitiang krama lan jagat se-Bali, panegara Indonesia, meh-mehan ngrastitiang jagat makasami (Upacara ini bukan saja mendoakan masyarakat Ketewel, juga mendoakan Bali, Indonesia, dan semua jagad, red),” ujar Bendesa.
Pihaknya berharap, upacara ini bisa menyelamatkan dunia dari hal negatif. “Mangda kadurmanggalan jagat minakadi gering agung Covid-19 prasida kaparipurna mekaon ring jagate (Supaya pandemi Covid-19 bisa pergi dari jagad ini, red),” jelas Ari Suthama.
Karya Panca Walikrama Pura Payogan Agung tersebut juga dihadiri Wakil Gubenur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan Walikota Denpasar IGN Jaya Negara. Dua pejabat daerah itu ngayah menari topeng.
Wagub Bali yang akrab disapa Cok Ace berharap, Karya Agung Panca Walikrama dapat memberikan tuntunan dan kerahayuan.
“Dumogi leluhur bethara bethari lelangit mapaica kerahayuan lan tuntunan majeng ring irage sareng sami. Karya ageng sane sampun kemargiang mangda praside memargi antar sida sidaning don (Semoga leluhur, para Batara memberi keselamatan dan tuntutan bagi kita. Upacara ini semoga berlangsung sukses, red),” imbuh Cok Ace.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1569 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1182 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1030 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 908 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah