Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Pantai Kubutambahan dan Bukti Hancur
Kubutambahan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Hantaman Gelombang Pasang yang menerjang kawasan pesisir Pantai Bali Utara mengakibatkan sebagian besar kerusakan fatal pada daerah pinggiran pantai tersebut, seperti terlihat Kamis (14/2), akibat hantaman gelombang pasang dalam sepekan terakhir membuat pantai Kubutambahan dan Bukti sekitar tiga kilometer mengalami abrasi berat.
“Lihat saja Pak, kondisi pantai disini sudah masuk kategori hancur karena abrasinya sudah mencapai 10 hingga 20 meter ke darat, karena setiap hari ombak besar terus menghantam pantai. Ombak ini tingginya sampai 2 atau 3 meter. Coba lihat, warung ikan bakar itu tinggal menunggu nasib,” ungkap seorang nelayan di Desa Bukti.
Perbekel Desa Bukti, Gede Wardana mengungkapkan selama bencana gelombang pasang yang menimpa wilayahnya banyak pepohonan seperti kelapa dan lainnya tenggelam dihantam gelombang, “Syukur tidak ada korban jiwa, tapi kalau tumbuhan banyak sekali yang dihempaskan gelombang pasang itu,” ungkapnya.
“Para nelayan disini sudah tiga pekan ini tidak pernah melaut karena ombak terus membesar. Mereka sekarang kesulitan mencari makanan, jumlahnya sekitar 100-an lebih. Tapi nelayan 72 KK yang bertempat tinggal di pesisir,” ujar Perbekel Bukti.
Di tempat terpisah, Perbekel Desa Kubutambahan, Ketut Sandirat mengungkapkan, warganya di sepanjang pantai menjadi korban gelombang pasang. Pantai yang benar-benar hancur terkena abrasi sepanjang 400 meter di wilayah barat Kubutambahan. 50 KK nelayan di Kubutambahan menjadi korban gelombang tersebut.
“Airnya masuk ke rumah-rumah penduduk. Saat itu gelombangnya sampai 6 meter tingginya, kalau ditotalkan warga di bagian timur Kubutambahan mencapai 100 KK,” ungkap Sandirat.
Dari korban amukan gelombang pasang di kedua desa itu, telah dilaporkan ke Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, namun hingga saat ini belum ada bantuan yang mengalir kepada para nelayan tersebut. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5970 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2303 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan