Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Pasar Seni Guwang Sukawati Anjurkan Pengunjung Belanja Pakai Totebag
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Gerakan pengurangan penggunaan tas plastik atau kresek dilakukan di Pasar Seni Guwang Sukawati. Hal ini merupakan salah satu program yang digalakkan oleh PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) Bali.
Gerakan ini dilakukan dengan penyuluhan pada pedagang dan juga pengunjung pasar. Ada pula sejumlah spanduk atau dan papan larangan penggunaan tas kresek atau plastik. Meski belum seratus persen, pengurangan tas kresek ini sudah mulai berjalan.
Pengunjung yang datang dan masih menggunakan tas plastik akan disarankan untuk ganti ke tas guna ulang. Dari pihak pasar sudah menyediakan tas totebag untuk pengunjung. "Kami sudah menyiapkan tas totebag dengan identitas pasar seni guwang untuk pengunjung," ungkap Ketut Buda, Pengelola pasar Seni Guwang.
Sambutan dari dari pedagang di pasar ini terbilang positif. "Pedagang di pasar ini juga antusias, karena ini juga bisa menjadi sarana promosi untuk Pasar Seni Guwang Sukawati," tambahnya.
Tentunya pelaksanaan program ini juga didampingi oleh PPLH Bali dan pihak-pihak lain agar tetap terlaksana. "Ada pengawasan dan dampingan untuk menjalankan program ini, jika tidak bisa jadi akan kembali menggunakan plastik," ungkapnya.
Adapun jenis plastik yang akan dikurangi adalah tas plastik/kresek, plastik pembungkus pakaian, sedotan dan juga kemasan plastik lainnya.
Selanjutnya akan diberlakukan aturan yang lebih ketat dengan adanya sanksi bagi pedagang. Rencananya akan diberlakukan mulai akhir November atau saat hari jadi Pasar Seni Guwang Sukawati.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4134 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1415 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 866 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 751 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun