Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Pasar Seni Masih Diminati Wisatawan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Meski pusat oleh-oleh kini menjamur di Bali, namun keberadaan pasar seni masih diminati wisatawan yang berkunjung ke Bali. Selama musim libur Lebaran, pasar Seni Sukawati Gianyar dikunjungi ribuan wisatawan domestik.
Pasar Seni Sukawati Gianyar merupakan salah satu pasar seni yang ramai dikunjungi wisatawan domestik selama musim libur lebaran. Peningkatan kunjungan di pasar seni terbesar di Bali ini sudah terjadi mulai hari pertama libur Lebaran.
Di pasar seni Sukawati para wisatawan membeli aneka oleh-oleh khas Bali seperti baju dan celana, bed cover atau selimut untuk tempat tidur, patung, hingga aneka jenis lukisan khas Bali. Semuanya bisa dibeli dengan harga yang cukup terjangkau dan masih bisa ditawar.
Meski toko pusat oleh-oleh khas Bali kini sudah menjamur di Denpasar, namun semenjak musim libur Lebaran kunjungan wisatawan ke pasar seni ini meningkat 50 persen. Wisatawan yang datang ke pasar seni datang dari beberapa kota seperti Surabaya, Yogyakarta, Semarang, hingga dari Jakarta, jelas Nengah Nama Artawa, Kepala Pasar Seni Sukawati, hari ini (13/9)
Selain Pasar Seni Sukawati, dua pasar seni lain di Kabupaten Gianyar yakni Pasar Seni Guwang dan Pasar Seni Ubud juga ramai dikunjungi wisatawan domestik selama musim libur Lebaran.Ramainya kunjungan wisatawan domestik ini diperkirakan akan terjadi hingga tanggal 17 September atau tujuh hari setelah Lebaran.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 333 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 261 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 214 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun