Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 3 November 2026
Pasca Petir Menyambar Rumah, Sugiarti Mengaku Telinganya Hampir Tidak Bisa Mendengar
Rabu, 30 Januari 2019,
07:47 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pasca petir menyambar rumah milik warga Ketapang Muara Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, salah satu anggota keluarga, Sugiarti mengaku telinganya masih mendengung akibat suara petir tersebut.
"Pasca petir malam itu telinga saya hampir tidak bisa mendengar," jelasnya, Selasa (29/1). Sebelumnya, hujan deras disertai petir terjadi pada Selasa (29/01) sekitar jam 01.00 wita menyambar satu unit rumah milik Saifullah (65) di Dusun Ketapang Muara Desa Pengambengan Kecamatan Negara.
Saat dimintai keterangan, pemilik Saifullah menceritakan musibah iitu pada Selasa dini hari kemarin tersebut, saat kejadian mereka sedang lelap tidur. Saat petir keras pertama, ia sudah mencabut kabel antena TV sudah. Ketika petir yang ketiga sangat keras dan seperti gempa.
Tiba-tiba listrik padam dan rumahnya penuh asap bahkan ada kobaran api. Atap rumah mereka yang dari genteng hancur dan berhamburan. Selain itu peralatan rumah milik korban seperti lemari, tv dan barang lainnya rusak.
Namun beruntung Saifullah beserta keluganya selamat, hanya saja lengan saifullah mengalami luka gores akibat terkena pecahan kaca jendela rumahnya. "Kami terkejut dan berusaha menyelamatkan diri," kata Sugiarti.
Sebagai langkah awal penanganan warga yang rumahnya terkena sambar petir adalah membantu korban memperbaiki instalasi listrik, pembersihan puing-puing atap rumah yang hancur dengan bergotong royong.
Kelian Dusun Ketapang Muara Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jamal Asik mengatakan setelah salah satu warganya Saifullah mengalami musibah rumah disambar petir, pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPBD Jembrana dan Dinas Sosial agar bisa segera ditindak lanjuti. Akibat musibah itu, diprakirakan korban mengalami kerugian Rp 15 juta.
"Sebagai langkah awal, penanganan dengan membantu korban memperbaiki instalasi listrik, pembersihan puing-puing atap rumah yang hancur dengan bergotong royong," terang Jamal Asik, Selasa (29/1).
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
02
03
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 551 Kali
04
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 407 Kali
05
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 406 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026