Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Pasca-Tenggelam KPM Tunu, Ritual Mulang Pekelem Digelar Lagi di Selat Bali
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah dihentikannya operasi pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, masyarakat di Gilimanuk bersama instansi terkait berencana menggelar upacara mulang pekelem di Selat Bali.
Upacara ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus permohonan keselamatan di tengah laut, terutama di jalur penyeberangan yang padat aktivitas pelayaran.
Ritual mulang pekelem ini rencananya akan dilaksanakan pada Jumat (25/7/2025) di sekitar Dermaga LCM Gilimanuk, berdekatan dengan Pura Segara. Upacara ini merupakan yang pertama digelar kembali setelah hampir sembilan tahun terakhir tidak dilakukan di kawasan tersebut.
Ketua panitia karya yang juga Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Toni Wirahadikusuma, menjelaskan bahwa persiapan upacara telah dilakukan dengan melibatkan Desa Adat Gilimanuk, ASDP, serta unsur Kecamatan Melaya. Pihaknya juga telah memohon petunjuk kepada para sulinggih di wilayah Gilimanuk dan Manistutu terkait pelaksanaan upacara tersebut.
"Upacara ini merupakan ungkapan bhakti dan upaya menjaga keharmonisan alam semesta, utamanya di wilayah laut Selat Bali yang menjadi jalur utama pelayaran," ujar Ida Bagus Toni.
Dalam prosesi upacara nanti, akan dilakukan pelarungan sejumlah hewan ke tengah laut, termasuk kerbau dan angsa, sebagai simbol persembahan kepada laut. Pelarungan atau nglarung ini mengikuti tatanan dan tradisi adat Bali.
Sementara itu, Manajer Usaha ASDP Gilimanuk, Ryan Dewangga, menyampaikan bahwa ritual ini juga atas saran dan dukungan dari Bupati Jembrana. ASDP turut memfasilitasi pelaksanaan upacara, termasuk penyediaan kapal motor yang akan digunakan untuk pelarungan persembahan.
Menariknya, ritual mulang pekelem kali ini juga beriringan dengan tradisi petik laut yang biasa dilakukan oleh komunitas nelayan muslim Gilimanuk. Dalam prosesi tersebut, masyarakat juga akan melarung kepala kerbau ke tengah laut sebagai bentuk syukur dan harapan akan keselamatan dalam mencari nafkah di laut.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5847 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2566 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2194 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan