Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Patung Akar Bambu Tetap Jadi Primadona
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ditengah kelesuan pariwisata di bulan April ini, patung akar bambu ternyata menjadi primadona, terbukti puluhan ribu kerajinan tangan dari akar bambu terekspor ke luar negeri. Kerajinan tangan patung yang terbuat dari akar bambu atau kerap dipanggil bamboo root handycraft ini, tetap menjadi primadona bagi wisatawan asing, terbukti dalam setiap bulannya puluhan ribu hasil kerajinan tangan ini di ekspor ke luar negeri, bahkan saking membludaknya pesanan, para perajin ini kalang kabut memenuhi pasar.
Seperti misal yang disampaikan oleh Desak Putu Ekawati, salah satu pemilik art shop patung akar bambu di bilangan jalan raya Andong, Peliatan, Ubud. “Kami kekurangan stok sekarang ini, akibat membludaknya pesanan,“ jelasnya. Lebih jauh, sambung Ekawati pada umumnya wisatawan membeli patung ini berjumlah ribuan, sehingga dalam sebulan puluhan ribu patung terbuat dari akar bambu terekspor.
Rata-rata patung yang laku terjual itu seperti crocodile, bebek, ayam, burung, celeng. Dan biasanya, wisatawan yang doyan dengan patung ini adalah Canada, Australia, Jepang dan Amerika. “Kami jual rata-rata dengan harta Rp 30.000 sampai Rp 200.000,“ ungkapnya.
Sementara itu, khusus bicara bahan baku, pihaknya mengambil dari Klaten, Yogyakarta, Banyuwangi. Akibat bahannya didapatkan dari luar Bali maka masalah pengiriman menjadi kendala utama dalam menekuni dunia kerajinan ini. Jika musim hujan tiba, biasanya pengiriman terlambat hingga ekspor-pun terlambat, akibatnya wisatawan menjadi komplain. “Seringkali hal ini terjadi dimusim hujan,“ tuturnya.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 516 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 404 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 398 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik