Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Pedagang Baju di Hotel Kini Banting Setir Jualan Telur di Jalan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Banyak cara bisa dilakukan agar mampu bertahan hidup di tengah kondisi pandemi yang telah melumpuhkan beberapa sektor usaha terumata di sektor pariwisata.
Secara tidak langsung memberi dampak ke SDM yang tergantung di sektor pariwisata tersebut. Seperti misalnya salah cara bertahan hidup dilakukan Wayan Sution yang akhirnya banting setir berjualan telur ayam di pinggir jalan di jalan Veteran, Denpasar.
Sebelumnya pria asal Kitamani, Batur, Bangli ini mengaku jualan baju kaos berciri khas Bali di depan beberapa hotel di Denpasar maupun di daerah Kuta Badung.
Akan tetapi semenjak Covid-19 melanda Bali, berangsur-angsur usaha yang ditekuni dirinya selama 20 tahun mati suri yang akhirnya membuat usahanya ikut gulung tikar.
"Bagaimana bisa bertahan pak, tamu tidak ada siapa saya jualin baju di hotel-hotel," keluhnya saat disambagi, Sabtu (24/10) di Jalan Veteran, Denpasar.
Akhirnya dirinya mencoba beralih berjualan telur Ayam dengan mobil yang sampai saat ini masih dilakoninya. Awal berjualan telur dirinya merasa senang karena lumayan laku akan tetapi, belakangan ini telah mulai menjamur usaha sejenis di Denpasar sehingga membuat omsetnya sedikit mengalami penurunan.
"Dulu lumayan saya bisa berjualan dagangan ini (telur Ayam), akan tetapi saat ini paling banyak bisa berjualan beberapa kerat telur saja. Per kerat biasa saya jual dari Rp 35 ribuan sampai Rp 40 ribuan perkerat," ujarnya.
Dirinya merasa memang ada perbedaan berjualan baju kaos dengan berjualan telur. Berjualan baju kaos hanya butuh beberapa jam saja berjualan sudah bisa menjual beberapa baju, akan tetapi berjualan telur bisa berhari-hari di jalan kadang ada pembeli dan terkadang tidak ada sama sekali.
"Berjualan ini bisa membuat saya berhari-hari di jalan. Ya,apa pun kondisinya tetap harus disyukuri saja," cetusnya.
Lebih parahnya lagi pria ramah ini menyampaikan, ketiga anaknya sebelumnya semua bekerja di sektor pariwisata akhirnya ikut membuka lapak dagangan. Ada yang berjualan telur dan ada juga buka usaha lapak teh Poci.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8476 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5825 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3651 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2480 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar