Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 17 Mei 2026
Pedagang Pasar Rakyat Gianyar Akhiri Hidup, Diduga Kondisi Pasar Sepi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pada Kamis (9/2) pukul 06.30 WITA, bertempat sebuah sungai yang berada di sebelah Timur rumah korban di Lingkungan Kaja Kauh Kelurahan Abianbase Kec/Kab.Gianyar, telah diketahui adanya peristiwa orang meninggal dalam keadaan tergantung diduga gantung diri.
Korbannya, I Made Sudira (62) yang merupakan pedagang pasar rakyat Gianyar. Kejadian pertama kali diketahui oleh saksi Komang Suastama pada saat sedang tidur mendengar suara keponakannya yang berumur 8 tahun sedang menangis.
Baca juga:
Pedagang Pasar Baturiti Ngadu ke Presiden Beras Naik, Jokowi: di Semua Provinsi Memang Naik
Kemudian saksi terbangun dan menanyakan apa yang terjadi kepada keponakannya, dijawab oleh keponakannya bahwa korban yang tidak lain adalah kakeknya terlihat sudah tergantung di pinggir sungai.
Kemudian saksi mendatangi TKP yang berada di sebelah Timur rumahnya berjarak kira-kira 5 Meter. Di TKP saksi melihat korban sudah tergantung dengan mengunakan tali tambang plastik berwarna biru yg diikat pada sebuah tiang beton di pinggir sungai dan tubuh korban menempel di pinggir sungai.
Selanjutnya saksi berteriak minta tolong kepada warga sekitar untuk membantu mengangkat atau menurunkan korban.
Selanjutnya dibawa pulang ke rumah dan ditempatkan di kamar korban sambil menunggu kedatangan pihak Kepolisian dan pemeriksaan tim medis dari Puskesmas.
Pihak keluarga korban sudah mengikhlaskan kematian korban sebagai musibah dan tidak melaporkan kasus tersebut kepada pihak Polri. Saat ini jenazah korban masih dititipkan di RSUD Sanjiwani.
“Akan dilakukan pengabenan tanggal 15 Februari 2022,” ujar salah satu keluarga.
Terkait motif korban yang diduga kios dagangannya sepi. Keluarga korban tidak banyak memberikan keterangan. Namun menurut anak korban keseharian bapak berjualan di Pasar Rakyat Gianyar bersama istrinya.
“Kadang saya juga bantu, tapi bapak tidak pernah mengeluhkan apa-apa, tapi kios setiap hari buka,” ungkapnya.
Catatan redaksi:
Hidup memang terkadang membuat individu goyah hingga berpikir untuk jalan pintas mengakhiri hidup. Namun percayalah ada jalan keluar yang lebih baik dari kematian.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, silakan menghubungi P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion Tel: 082335555644, XL: 081999162555, IND: 08587536536
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1488 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1119 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 965 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 857 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik