Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Peikatan Puri Sejebag Bali Bahas Kisruh HK dan Pelecehan Simbol Agama
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Peikatan Puri Sejebag Bali menggelar pertemuan di Balai Pertemuan Ancak Saji Puri Agung Peliatan, Kecamatan Ubud, pada Minggu (1/11).
Pertemuan tersebut membahas beberapa permasalahan yang belakangan ini mengusik ketenangan masyarakat. Seperti ramainya Kasus Hare Khrisna (HK) hingga dugaan pelecehan simbol agama yang dilakukan oleh Senator DPD RI Sri Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK) hingga menyebabkan demo beberapa waktu lalu.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua PHDI Bali Gusti Ngurah Sudiana, Ketua MDA Penglingsir Agung Putra Sukahet, Kakanwil Kementrian Agama, dan sejumlah perwakilan puri yang tergabung dalam paikatan puri sejebag Bali.
Kordinator Peikatan Puri Sejebag Bali, Ida Tjokorda Putra Nindia, mengatakan pertemuan yang dilakukan ini dilatar belakangi perasaan yang sangat tersentuh, melihat kondisi Bali saat ini. Lantaran masalah yang bertubi-tubi datang.
"Kasihan dengan Bali, yang sudah sangat tenang damai, dengan agama Hindu Bali-nya yang dijaga oleh desa adat masing-masing. Dalam keadaan covid-19 yang mengancam kelangsungan pariwisata hingga ekonomi, lagi timbul masalah-masalah yang sangat sensitif," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, barang siapa yang mengganggu keharmonisan masyarakat Bali, tentu harus diluruskan. Pertama yang besangkutan harus meminta maaf, kapada krama Bali, agar semuanya kambali tenang.
"Terkait ucapan atau tindakan yang mengganggu, kalau ada ucapan yang menyentuh sesuhunan, agar mengadakan guru piduka di pura setempat," jelasnya.
Terkait masalah lapor melapor, bagi yang merasa dirugikan, dipersilakan sesuai dengan hukum yang berlaku.
"Jagalah Bali jangan lakukan demonstrasi, kalau ada yang ingin menyampaikan apsirasi, sampaikan dengan tertulis kepada yang berwenang, kalau ada yang memiliki kemampuan lebih silakan berdialog. Jangan seperti yang lalu, mengusik kedamaian masyarakat. Lakukan dengan etika-etika ke-Balian yang benar," ujar mantan Sekda Gianyar ini.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 581 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 451 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 442 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan