Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Pemandu Bali Adventure Dinilai Tidak Profesional
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Wisatawan asal India bernama Bhavik Shah tewas saat sedang bermain rafting atau arung jeram di Sungai Ayung, Gianyar, Bali. Pemandu rafting yang bertugas dinilai tidak profesional sehingga menyebabkan korban tewas.
"Rekan korban sudah berulang kali menegur pemandu tersbut dan menunjukkan lokasi kemungkinan hilangnya korban. Tetapi tetap saja dilakukan pencarian di luar lokasi. Ini aneh, dimana standar SOP mereka dalam bekerja," Kata IB Parta Adnyana, Ketua DPD Gabungan Pengusaha Tirta dan Bahari (Gahawisri) Bali, Kamis (6/11/2014).
Menurut Parta Adnyana, jika pemandu menjalankan prosedur penyelamatan pasca hilangnya korban saat itu, ia yakin korban dapat diselamatkan. Kemungkinan, pemandu dari perusahaan Bali Adventure tidak pernah mengikuti standar penyelamatan.
"Perusahaan besar, mestinya para pemandu tahu cara penyelamatan atau cara pencarian bilamana terjadi insiden," jelasnya.
Melihat pengalaman ini, ia yang terjun melakukan pencarian bersama tim SAR berharap bentuk usaha yang berhubungan dengan wisata air, apapun bentuknya seluruh pemandu harus mengusai SOP.
"Untuk saat ini, kita masih kumpulkan bukti-bukti. Apakah perusahaan yang bersangkutan kita kenakan sanksi, akan dipertimbangkan nanti," harapnya.
Sebelumnya diberitakan, berniat menikmati bulan madu, wisatawan asal India bernama Bhavik Shah bersama istrinya Khayati Bhavik Shah justru tewas saat sedang bermain rafting atau arung jeram di Sungai Ayung, Gianyar, Bali.
Tewasnya Bhavik diduga akibat lamban dan lalaian pemandu dari pihak pengolala arum jeram Tirta sungai Ayung. Korban awalnya bersama keluarga dan istrinya Khayati Bhavik Shah, sedang menikmati derasnya arus sungai.
Di pusat air deras pada titik curam, tiba-tiba perahu karet yang dibawa korban membentur batu dan sempat terguling, saat itu sudah diketahui korban hilang. Namun karena derasnya air dan dasyatnya teriakan rekan-rekan korban, hingga tidak memperhatikan kalau satu dari mereka hilang.
Saat diketahui korban tidak ada, salah seorang pemandu yang berinisial I Wayang Rsn justru tidak terlihat panik dan memilih mencari korban dengan tidak melakukan penyisiran di pusat dugaan terjadinya kemungkinan korban hilang.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 468 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 372 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 304 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan