Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Pembersihan Material Longsor di Temukus Terkendala Cuaca
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Proses pembersihan longsoran yang menutup akses jalan menuju pemukiman warga di kawasan Desa Adat Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem belum bisa dilakukan secara maksimal.
Pasalnya proses pembersihan material longsoran sejauh ini masih dilakukan secara manual oleh warga dibantu BPBD dan pihak terkait lainnya lantaran alat berat milik PU yang didatangkan belum bisa bekerja karena terkendala cuaca, sehingga demi keamanan mengingat kondisi tanah labil pembersihan akan dilanjutkan esok hari.
"Kita sudah kordinasi dengan camat, Bendesa dan warga serta Bendesa sementara melakukan pembersihan secara manual mengingat cuaca tidak mendukung dan rawan terjadi longsor susulan, sehingga demi keselamatan akan dilanjutkan besok, selain alat berat dari PU rencananya BPBD juga akan mendatangkan alat berat yang lebih kecil," ujar PLT Kalaksa BPBD Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah dikonfirmasi Jumat, (12/11/2021).
Sementara itu, Kawil Dusun Temukus, I Wayan Sudiana saat dihubungi mengungkapkan bahwa, wilayah Dusun Temukus setidaknya ada 11 titik longsoran. Adapun wilyah yang terisolir yakni warga yang bermukim di Dusun Temukus bagian timur.
"Sejauh ini masih ada 31 kepala keluarga (KK) yang masih terisolir yang akses jalannya belum bisa dilewati kendaraan roda empat," kata Sudiana.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1568 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1181 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1029 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 907 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah