Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 8 Agustus 2026
Pemerintah Diminta Ganti Untung Sapi yang Terkena PMK
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Ketua DPRD Kabupaten Karangasem, I Wayan Suastika berharap agar dilakukan pendekatan persuasif dan pemahaman khususnya kepada peternak yang sapi-sapinya terserang penyakit mulu dan kuku atau PMK.
Pemerintah juga diharapkan hadir minimal memberikan bantuan semacam kompensasi atau ganti untung kepada peternak yang sapinya mati atau yang harus dieliminasi.
Terkait mencegah penularan PMK lebih masif lagi, ia juga meminta Dinas terkait segera ambil langkah-langkah untuk mencegah penyebaran PMK di Karangasem.
"Dinas terkait harus mulai mengambil langkah yang jelas untuk pencegahan penyebaran PMK agar tidak semakin luas," jelas Suastika, Minggu (3/7/2022).
Dengan ditemukannya kasus PMK yang menyerang ternak Sapi di Kabupaten Karangasem, tentunya diperlukan penanganan yang khusus, mulai dari hewan yang terjangkit hingga penelusuran darimana penyebaran penyakit tersebut sehingga bisa dilakukan upaya - upaya antisipasi.
"Misalnya antisipasi dengan penyemprotan disinfektan di Pasar hewan dan dikandang ternak, jika ada ditemukan kasus khususnya di Pasar Hewan agar dilakukan lookdown selama beberapa hari untuk memutus penularan penyakit tersebut," imbuhnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4332 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1462 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 956 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 889 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 785 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun